Informasi

Keluarga Nabi Ibrahim Potret Rumah Tangga Ideal

initasik.com, informasi | Hari Raya Kurban sangat kental dengan sejarah Nabi Ibrahim dan keluarganya. Suami, istri, dan anak sama-sama ingin mendapatkan keridaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka rela berkorban atas nama iman. Kisahnya diabadikan dalam Alquran.

KH Asep Abdullah, Pengasuh Pondok Pesantren Yatimu Cikareo, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, menjelaskan, Nabi Ibrahahim dan istrinya, Siti Hajar, sangat mencintai Ismail, anak yang sangat didambakan kehadirannya. Tapi, saat Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk menyembelih Ismail, Nabi Ibrahim tidak berontak. Ia patuh. Begitupun istrinya.

Dikisahkan, Siti Hajar sempat digoda setan untuk menggagalkan rencana suaminya menyembelih Islami. Ia bergeming. Malah melempar setan itu sebanyak tujuh kali sembari membaca Bismillahi Allahu Akbar.

“Nabi Ibrahim ayah yang berwibawa, layak dicontoh. Siti Hajar ibu yang setia dan percaya penuh kepada suaminya, dan Ismail anak yang hormat dan taat kepada orangtua. Nabi Ibrahim pimpinan keluarga yang tahan godaan, kuat niat dan tujuan, sabar dalam menjalani ujian dan cobaan,” tutur KH Asep dalam khutbah Idul Adha di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jumat, 1 September 2017.

Menurutnya, banyak hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa di atas untuk mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. “Jadilah ayah yang saleh, berwibawa, berkeyakinan kuat, memiliki ilmu mumpuni, mempunyai arah dan tujuan yang jelas, serta bertanggung jawab dunia akhirat,” tandasnya.

Ia melanjutkan, “Jadilah istri yang salehah, taat kepada suami selama tidak menyuruh maksiat, mendidik serta mencintai anak sepenuh hati. Jadilah anak yang saleh, hormat dan taat kepada orangtua mengikuti jejak langkah kebaikan orangtua.” [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?