Peristiwa

Keluh Peluh Peserta Karnaval RA Kota Tasikmalaya

initasik.com, perisitwa | Karnaval Raudlatul Athfal (RA) tingkat Kota Tasikmalaya, Selasa, 17 April 2018, molor satu jam. Sinar matahari yang perlahan menyengat meneteskan peluh para peserta. Bersamaan dengan itu, mereka mengeluh.

Aris Ristandi, guru RA Al-Ihya, Kawalu, mengatakan, keterlambatan seperti itu terjadi bukan pertama kali. Setiap tahun selalu begitu. Alasannya menunggu wali kota datang. Lantaran belum datang juga, acara mulai digelar. “Kasihan anak-anak kepanasan. Kalau telat seperti ini suka mengakibatkan anak-anak jadi malas. Kasihan mereka,” ujarnya di sela kegiatan karnaval, di Lapangan Dadaha.

Peserta lainnya, Lilis, orangtua siswa, mengatakan hal senada. Sejak awal, ketika akan berangkat sudah mempersiapkan terlebih dahulu. “Makanya pakai payung dan anak-anak memakai topi biar tidak kepanasan. Tiap tahun selalu begini. Kasihan anak-anak pada kepanasan,” tuturnya.

Lantaran wali kota terlambat datang, acara pun dimulai. Saat acara berjalan, wali kota datang. Panitia menyuruh  iringin-iringan karnaval berhenti, namun sebagian guru tidak menggubris, karena ank-anak sudah kepanasan. “Terus tetap jalan-jalan, kasihan ini anak-anak. Biarkan saja,” teriak seorang guru.

Ketua PD IGRA Kota Tasikmalaya, Heni Nuroniah, mengakui, acara karnaval selalu terlambat dimulai, karena wali kota terlambat datang. Menurutnya, konfirmasi ulang dari ajudan wali kota terlambat pula diterimanya. [Millah]

Komentari

komentar