Feri | initasik.com
Peristiwa

Kemacetan di Jalur Hazet Lantaran Parkir yang Semrawut, Bukan Karena PKL


initasik.com, peristiwa | Para pedagang kaki lima (PKL) di jalan Hazet, Kota Tasikmalaya, tidak terima kalau mereka disebut-sebut sebagai pemantik kemacetan di jalur tersebut. Penyebab utamanya adalah parkir kendaraan yang menghabiskan hampir setengah badan jalan.

Ahmad, salah seorang PKL, mengatakan, pemerintah kota harusnya lebih memprioritaskan penataan parkir daripada penertiban PKL. “Parkirnya ditata dulu. Yang bikin macet kan parkiran, bukan PKL. Coba saja lihat, setengah badan jalan Hazet ini habis buat parkir,” katanya.

Hal yang sama diutarakan Henri, PKL yang lain. “Banyak yang parkir sembarangan. Kalau ada razia Polantas baru tertib. Kalau tidak ada, ya semrawut,” timpalnya.

Mereka mengeluhkan sikap Pemerintah Kota yang tidak selalu mengambinghitamkan para PKL, sehingga selalu jadi objek penertiban. “Kita ini sedang cari nafkah. Saya jadi PKL juga terpaksa, karena tidak ada pekerjaan lain. Sekarang cari lapangan pekerjaan susah. Sewa kios buat jualan juga mahal,” keluh Ahmad.

Ia menagih janji Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, saat kampanye pilkada. “Dulu, janjinya mau menyejahterakan PKL, buktinya mana? Kita jualan malah dipersulit. Difasilitasi tempat jualan juga tidak,” kesalnya.

Menurut Ahmad, penertiban PKL tidak pernah dibarengi dengan solusi penataan atau penempatan. Sebagai warga Kota Tasikmalaya, PKL juga berhak mendapatkan fasilitas dari pemerintah. “Jangan nyalahin PKL terus. Kita ini bukan tidak mau tertib, kita siap ditempatkan di manapun, asal tempatnya strategis,” tandasnya.

“Pak wali, tolonglah suara PKL juga didengar. Kami jadi PKL juga terpaksa. Sekarang sulit mencari lapangan pekerjaan.” [Feri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?