Sosial Politik

Kembalikan Kehormatan Ulama

Kota Tasik | Bakal calon Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, mengaku tak mau mengutarakan visi yang muluk-muluk dalam membangun Kota Tasikmalaya. Bila kelak ia dipercaya menakhodai kota ini, salah satu cita-citanya adalah mengembalikan kehormatan ulama.

Selama ini, katanya, harga diri ulama sering dilecehkan, sadar atau tanpa disadari. Tak sedikit ulama yang mendatangi kantor pemerintahan atau rumah pejabat untuk urusan uang. Datang ke bale kota sambil bawa map berisi proposal pembangunan pesantren.

“Saya tidak berharap ada ulama yang datang ke bale kota atau rumah saya. Kami yang harus mendatangi ulama. Kita harus angkat harkat derajat ulama,” tandas Dicky usai daftar ke KPU Kota Tasikmalaya sebagai calon wali Kota Tasikmalaya, berpasangan dengan Denny Romdoni, Rabu, 21 September 2016.

Ia menegaskan, umara atau pemimpin, posisinya berada di bawah ulama. Bukan sebaliknya. “Kami ingin menjalin komunikasi dengan siapapun, terutama para ulama. Kami tidak berani menawarkan banyak mimpi. Yang jelas, dengan rida Allah SWT kami ingin mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Dicky mengaku senang bisa daftar sebagai bakal calon wali kota melalui partai politik tanpa mahar. “Perasaan saya campur aduk. Sebagai orang independen, saya senang ternyata masih ada partai politik yang tidak miduit. Itu menjadi spirit kami dalam berjuang,” tandasnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar