Dok. initasik.com
Birokrasi

Kenaikan Tarif RSUD dr. Soekardjo tidak Akan Bebani Masyarakat Kecil

initasik.com, birokrasi | Kenaikan tarif pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya menyita perhatian publik. Banyak yang menyorotinya. Meminta keputusan itu dipikir ulang. Ada juga yang mendesaknya dicabut kembali.

Direktur RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Wasisto Hidayat, bergeming. Ia menegaskan, kenaikan tarif itu tidak akan membebani kaum papa. Masyarakat kecil tidak akan kena dampak yang memberatkan. Justru sebaliknya. Pelayanan lebih termaksimalkan. Terjadi subsidi silang.

“Kenaikan tarif itu hanya berlaku bagi orang-orang menengah ke atas. Hanya untuk yang mampu. Bagi mereka yang pakai BPJS Kesehatan kelas 3 tarifnya tidak naik,” tandasnya kepada initasik.com, Kamis, 18 Mei 2017.

Menurutnya, pasien yang berobat ke RSUD dr. Soekardjo mayoritas masyarakat prasejahtera. Jumlahnya mencapai 90 persen. Sisanya adalah kalangan mampu. “Yang sepuluh persen itu menyubsidi masyarakat miskin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penaikan tarif itu merupakan hal yang wajar. Soalnya, selama 11 tahun ini pihaknya belum pernah melakukan penyesuian harga. Sementara harga obat-obatan dan alat-alat kesehatan sudah naik berkali-kali.

“Bisakah kami mengelola rumah sakit dengan anggaran yang kecil? Bisa. Tetapi yang terjadi adalah pelayanan publik yang tidak bagus, sehingga banyak yang mengeluh. Untuk menghindari itu, tarif dinaikkan. Itupun hanya untuk golongan berada,” papar Wasisto. [Jay]