Peristiwa

Kenapa Token Listrik Anda Berkurang?

Kota Tasik | Asep, warga Ciumbeng, Indihiang, Kota Tasikmalaya, kaget setelah membeli token listrik prabayar. Biasanya, bila membeli token seharga Rp 50 ribu, kWh yang didapatnya di atas 45.000xxx. Tapi kemarin, angkanya di bawah 40.000xxx kWh.

Apa yang salah? Selain karena telah terjadi kenaikan tarif dasar listrik (TDL), juga lantaran biaya administrasinya terlalu besar. Novi Andri, pelayanan pelanggan PLN Area Tasikmalaya, menjelaskan, sejak Juli kemarin telah ada kenaikan bertahap TDL. “Tapi itu khusus untuk pelanggan dengan daya 1.300 VA ke atas,” sebutnya saat dikonfirmasi initasik.com, Rabu (10/9).

Semula, katanya, untuk daya 1.300 VA tarifnya Rp 979 /kWh. Tapi sejak 1 Juli s.d. 31 Agustus ada kenaikan menjadi Rp 1.090 /kWh. September naik lagi. Terhitung 1 September s.d. 31 Oktober naik jadi Rp 1.214 /kWh. Dan, mulai 1 November naik lagi menjadi Rp 1.352 /kWh.

Terkait pulsa prabayar, Novi mengatakan, selain harus bayar pajak penerangan jalan sebesar 10 persen, pelanggan juga mesti membayar biaya administrasi. “Standarnya biaya administrasi itu antara Rp 1.600 sampai Rp 2.000,” sebutnya.

Ia mencontohkan, jika pelanggan membeli pulsa listrik seharga Rp 50 ribu, ada potongan pajak Rp 5.000, dan biaya administrasi. “Misalnya biaya administrasinya Rp 2.000. Berarti uang utuhnya Rp 43.000. Itu kemudian dibagi harga per kWh yang sekarang untuk daya 1.300 VA harganya  1.214 /kWh,” jelasnya.

Agar biaya administrasinya tidak terlalu besar, Novi menyarankan membeli token di tempat-tempat yang telah bekerjasama dengan PLN atau downlinenya. “Mereka sudah punya standar print out pembelian yang ada rincian besaran kWh-nya. Kalau bisa jangan beli yang di counter pulsa hape,” sarannya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar