Jay | initasik.com
Peristiwa

Kerja Sama dengan KODAS dan Sahati, ALMUMTAZ Gelar Aksi Hapus Tato Gratis


initasik.com, peristiwa | Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) bersama Komunitas Dakwah dan Sosial (KODAS) dan Sahabat Hijrah Tasikmalaya (Sahati) menggelar aksi hapus tato gratis di lantai dua Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad, 25 Februari 2018.

Ada sekitar 110 orang yang mendaftar, namun untuk gelombang pertama hanya 20 orang yang bisa dihapus tatonya. “Peserta yang tidak masuk kuota hari ini akan dimasukkan pada aksi bulan berikutnya. Insya Allah akan dilaksanakan tiap bulan, karena yang tahap pertamapun tidak akan langsung terhapus,” ujar Ketua ALMUMTAZ, Abu Hilmi Afwan.

Menurutnya, aksi tersebut digelar untuk memfasilitasi kaum muslimin yang ingin hijrah dan total menjalankan syariat Islam. “Islam melarang seorang muslim menato tubuhnya. Itu sama dengan mengubah fitrah yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tandasnya.

Selain harus hafal Alquran Surat Ar Rahman, warga yang ingin mengikuti hapus tato gratis itu mesti melampirkan surat keterangan bebas HIV, hepatitis, dan diabetes, serta mengikuti pembinaan melalui pengajian yang digelar sepekan sekali.

Aktivis KODAS, Rifki Saeful Rohman, menjelaskan, kendati gratis, program hapus tato tetap menjungjung prosedur standar, seperti harus ada keterangan bebas HIV dan lainnya. “Kalau harus hafal surat Ar Rahman, itu karena kita ingin melihat keseriusan peserta dalam berhijrah,” ujarnya.

Sebelum dilaser, tato yang ada di badan diolesi krim anestesi, kemudian ditutup plastik tipis dan dibiarkan selama 30 menit sampai 1 jam. Setelah itu, barulah dilaser. Kendati menggunakan laser, tato tidak bisa dihapus dalam sekali proses. Minimal empat kali.

Salah seorang peserta, Cecep Jaelani, mengaku senang bisa mengikuti acara tersebut. Tato yang ada di dada dan lengan sebelah kirinya sejak 2015 akhirnya bisa dihapus. Untuk tahap pertama, ia baru bisa menghapus tato di dadanya.

“Alhamdulillah ada acara hapus tato gratis ini. Saya sangat menyesal buat tato di badan. Dulu karena terbawa arus pergaulan. Ikut-ikutan. Sekarang ingin dihapus,” ujar warga Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, itu.

Firman Paradis, warga Riungkuntul, Kota Tasikmalaya, mengaku telah 17 tahun punya tato di punggungnya. “Saya ingin hijrah dan menghapus tato ini. Takut terbawa mati,” jawabnya saat ditanya alasan menghapus tatonya.

Hal senada diungkapkan Agus David, warga Pangandaran. Ia meyakini, mengikuti acara hapus tato gratis itu merupakan jalan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya sebagai bentuk jawaban dari penyesalan menato tubuh. “Saya punya tato di bagian punggung, kedua lengan, dan leher. Saya sangat menyesal, karena saya rasa tato ini tidak ada manfaatnya,” ucapnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?