Eri | initasik.com
Ekbis

Ketimbang Jual Lele Konsumsi, Bisnis Pendederan Lebih Menguntungkan

initasik.com, ekbis | Rully Indrian, pemilik peternakan lele bernama Dwi Karya Farm, di Kampung Gunung Sabeulah, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Tasikmalaya, menyebutkan, bisnis pendederan lele lebih menguntungkan ketimbang menjual yang usia konsumsi.

Sudah empat tahun ia menekuni usahanya itu. Lahan seluas kurang lebih 1.000 m2 itu dibuat 32 kolam kecil untuk beternak ikan lele pendederan atau pembesaran benih lele. “Kotak untuk pemijahan ada 14 kolam, ukurannya 2 x 4 meter. Sisanya untuk kolam pendederan berkukuran 3 x 5meter”, ujar pria berusia 42 tahun itu.

Ia mengaku hanya beternak lele pendederan. Memelihara lele yang berasal dari benih hingga ukuran tertentu, sekitar 6-8 cm atau di bawah ukuran konsumsi. Dalam satu satu kolam bisa menampung sekitar 10 ribu benih lele. “Kalau untuk yang konsumsi saya ngga pelihara banyak. Lebih fokus ke pendederan,” ujarnya.

Salah satu alasannya, sebut Rully, tingginya permintaan ikan lele pendederan dari perusahaan-perusahan besar di luar kota. Lagi pula, ternak ikan konsumsi biaya pakannya lebih tinggi. Satu hari bisa habis beberapa kg pakan, sementara harga jualnya hanya Rp 16 ribu.

Beda cerita dengan pendederan lele. Di luar kota sana, ada perusahaan yang siap menampung berapapun jumlahnya. Ia biasa memasok lele pendederannya itu ke daerah Bogor, tepatnya ke PT Jumbo Bintang Lestari.

Biasanya dilakukan sebanyak dua kali pengiriman dalam satu minggu. Sedangkan untuk benih lele, ia bisa membeli di mitra petaninya yang tersebar di daerah Ciamis dan Banjar. “Satu kali kirim bisa sampai 120 ribu lele. Kadang tiga kali seminggu,” sebut pria yang tinggal di Perum sirnagalih, Blok E 55, Indihiang, Kota Tasikmalaya, itu.

Satu ekor ikan lele pendederan ia jual 350 rupiah. Saat ditanya hambatan, Rully menyebutkan cuaca menjadi musuh utama dalam budidaya ikan lele. Berbagai penyakit bisa muncul saat kondisi cuaca sedang tidak menentu, seperti penyakit moncong dan sirip merah akibat bakteri.

“Lele itu sangat rentan terhadap perubahan suhu yang mendadak atau secara cepat, atau juga sanitasi air yang kurang mumpuni bisa menyebabkan tumbuhnya bakteri yang menyebabkan ikan lele terjangkit penyakit,” terangnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?