Peristiwa

Ketua MUI Sesalkan Karaoke Mesum

Kota Tasik | Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH Achef Noor Mubarok, menyesalkan adanya tempat karaoke yang digunakan mesum oleh pengunjungnya. Ia meminta pihak terkait bertindak tegas, dan melakukan pengawasan yang ketat.

“Saya sangat menyesalkan itu. Kita kecolongan lagi. Pemerintah (Kota Tasikmalaya) lebih tahu harus bagaimana. Pemilik tempat karaoke sudah terlalu keenakan, karena pengawasannya tidak ketat,” tuturnya, Senin, 18 Mei 2015.

Pernyataan senada disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Sulalatul Huda, KH Aminudin Bustomi. Menurutnya, pemerintah harus lebih tegas dalam menyikapi tempat-tempat hiburan yang sering disalahgunakan. “Masyarakat sudah sangat jengah dengan hal seperti itu,” tandasnya.

Ia menjelaskan, tempat karaokean sudah mempunyai stigma sendiri. Nilai negatifnya lebih dominan ketimbang baiknya. Dalam Islam, katanya, setiap apapun yang mengarah pada kemaksiatan hukumnya haram.

“Coba, di tempat karaokean ada es teh tawar, ngga? Pemerintah harus tegas. Kalau perlu, tutup. Jangan beralasan, kalau ditutup nanti bagaimana para pegawainya jadi tidak punya pekerjaan? Itu alasan klasik. Pasti ada solusinya. Beri mereka keterampilan, misalnya,” sarannya.

Seperti diberitakan, malam Minggu, 16 Mei 2015, kemarin, polisi merazia Reyhan’s; tempat karaoke di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Tasikmalaya. Dalam razia itu, polisi mengamankan puluhan pengunjung dan pemandu lagu yang mengonsumsi minuman keras dan berbuat mesum. Satu di antaranya ada perempuan yang tepergok sedang mengenakan celananya di salah satu ruang karaoke. Polisi menduga, dia baru selesai berhubungan badan. initasik.com|did

Komentari

komentar