Peristiwa

Ketum PPP Sebut Pengurus Lain Mayat-mayat Hidup

Kota Tasik | Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuzy, menyebut para pengurus PPP di luar kubunya sebagai mayat-mayat hidup. Hal itu disampaikannya saat orasi dalam silaturrahim dan temu kader PPP se-Priangan Timur di pendopo lama Tasikmalaya, Jumat, 7 Agustus 2015.

“Menjelang pilkada bermunculan pengurus-pengurus baru, DPD-DPC baru, DPW-DPW baru. Mayat-mayat hidup yang tadinya sudah tidak tahu entah ke mana, tiba-tiba menyatakan diri mengaku sebagai pengurus dan fungsionaris partai,” tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Pernyataan pria yang biasa disapa Romi itu terkait dengan dualisme kepengurusan PPP. Selain Romi, ada Djan Faridz yang juga mengaku Ketua Umum PPP. “Perbedaan di PPP adalah sebuah dinamika yang tidak pernah kita kehendaki, apalagi kita desain untuk seperti  itu. Ini barangkali cobaan bagi PPP untuk lebih besar,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Romi menyinggung soal perda-perda yang bernafaskan Islam. Menurutnya, “Tidak mungkin kita mampu menghasilkan perda-perda yang sesuai dengan syari’at Islam kalau kita tidak memiliki wali kota di Tasikmalaya. Tidak mungkin kita bisa mereproduksi dan memasukkan nilai-nilai syar’i ke dalam perda, kecuali kita memiliki ketua DPRD Kota Tasikmalaya.”

Karena itu, sambung Romi, semangat untuk mendudukkan kader-kader PPP di dalam cabang-cabang kekuasaan harus tetap menjadi semangat yang abadi. “Niat kita meletakkan Islam sebagai asas agar semua kader PPP mampu mengejawantahkan Islam di dalam keseharian kita.,” imbuhnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar