Sosial Politik

Kian Jauh, Budi Budiman – Dede Sudrajat Jalan Masing-masing

 

Kota Tasik | Umur jabatan Budi Budiman – Dede Sudrajat sebagai wali kota dan wakil wali Kota Tasikmalaya masih terbilang lama. Sekitar satu tahun lagi. Namun, komunikasi di antara keduanya semakin tidak terbangun baik. Langkah mereka kian jauh terpisah, apalagi jelang perhelatan pilkada yang waktunya sekitar empat bulan lagi.

Masing-masing punya ambisi sendiri. Dalam pilkada 2012 silam mereka bergandengan tangan, tapi kini beda haluan. Budi dan Dede sama-sama ingin jadi wali kota. “Lupa lagi,” jawab Budi saat ditanya kapan terakhir komunikasi dengan Dede terkait pembangunan Kota Tasikmalaya, Senin, 10 Oktober 2016.

Namun ia menegaskan, untuk pembangunan kota semuanya berjalan normatif. Ada tim yang bekerja. “Sudah ada RPJMD. Di dalamnya merupakan visi-misi wali kota dan wakil wali kota,” tandasnya.

Menurutnya, komunikasi dirinya dengan Dede tidak ada masalah. Fokus pada tugas masing-masing sebagai wali kota dan wakil wali kota. “Bertemu kalau ada undangan acara. Meski jarang bertemu, program tetap berjalan,” imbuh Budi.

Terpisah, Dede mengatakan hal yang berbeda. Komunikasi dengan Budi bermasalah. Ia merasa sering tidak dihargai sebagai wakil wali kota. Dengan tegas ia mengatakan, “Kalau wali kota sudah tidak menghargai saya, apakah saya harus menghargai dia?”

Ia pun mengutarakan kegeramannya pada Budi. “Waktu Budi daftar ke KPU, saat itulah dia benar-benar berbohong kepada saya. Bukti bahwa Budi bohong sama saya. Baik ada perjanjian tertulis atau tidak tertulis, Budi sudah bohong pada saya,” bebernya. initasik.com|shan

 

 

Komentari

komentar