Ilustrasi | Dok. initasik.com
Birokrasi

Kisruh Bupati Tasik Lakukan Rotasi Mutasi di Akhir Masa Jabatan

initasik.com, birokrasi | Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, akan segera mengakhiri masa jabatannya, karena akan dilantik sebagai wakil gubernur Jawa Barat pada pertengahan September nanti.

Namun, di ujung masa jabatannya, Uu masih melakukan rotasi mutasi pegawai. Padahal, jelas Andi Ibnu Hadi, ketua Persatuan Advokat Indonesia Tasikmalaya, berdasarkan UU 10/2016 pasal 71 ayat 2, gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali mendapat persetujuan tertulis dari menteri.

Andi menilai, keputusan bupati untuk melakukan rotasi dan mutasi para pejabat di akhir masa jabatanya jelas menyalahi aturan. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan pelaporan kepada Menpan-RB, Mendagri, dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

Terpisah, Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengatakan, sebelum rotasi mutasi pejabat dilakukan telah dilakukan pembahasam terlebih dahulu. “Saya kira izinnya (dari menteri) sudah ditempuh. Beliau tidak mungkin gegabah dalam memutuskan hal itu. Mungkin dilakukannya rotasi mutasi pejabat karena memang ada kebutuhan, sehingga hal itu dilakukan,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Arif Rachman. Ia mengatakan, rotasi mutasi itu sudah sesuai dengan tahapan yang ada, kendati ada posisi yang dinilai kurang pas.

Sementara, Uu Ruzhanul Ulum tidak mau diwawancara terkait hal itu. Berkali-kali ditanya, ia memilih meninggalkan wartawan. [Eri]