Peristiwa

Kojengkang Ditutup Permanen, Pedagang Pindah ke Hazet

Kota | Pemkot Tasikmalaya telah menutup permanen keberadaan pasar kojengkang di area olahraga Dadaha. Keputusan itu sudah bulat. Bahkan, rencana relokasi yang sempat ditawarkan kepada para pedagang tidak jadi dilaksanakan.
“Kenapa tidak akan ada relokasi, karena mereka (para pedagang) sudah punya tempat jualan sehari-hari. Ada yang di Cihideung, Pasar Pancasila, dan Cikurubuk,” jelas Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya, Asep M Permana, di sela memantau anggota menjaga kompleks olahraga Dadaha agar tidak dimasuki pedagang, Minggu, 24 Januari 2016.

Ia menegaskan, pemerintah tetap pada pendiriannya ingin mengembalikan Dadaha sebagai arena olahraga dan ruang terbuka hijau. “Perlu partisipasi aktif masyarakat agar Dadaha tidak dijadikan pasar kojengkang,” ajaknya.

Pantauan initasik.com, tadi pagi tidak ada pegadang kojengkang yang menggelar lapak di sport center Dadaha, kecuali yang di taman samping lapang basket. Arena jogging steril dari pedagang. Begitupun lapang upacara. Di tiap pintu masuk, petugas Satpol PP berjaga sejak Sabtu sore, dan tidak pulang.

“Bagus seperti ini. Tidak ada pedagang. Enak buat olahraga. Kalau ada kojengkang jadi sempit. Tidak nyaman,” jawab Susi Cahyani, warga perum BKR Regency, saat ditanya soal tidak adanya pasar kojengkang di Dadaha.

Rukmana, warga Pabrik Es, berkomentar lain. Ia mengaku lebih seru ada pasar kojengkang, karena selain jalan-jalan juga bisa jajan. “Kalau ada kojengkang mah lebih rame. Mau jajan apa saja ada,” ujarnya diamini istrinya.

Namun, pernyataan Asep soal tidak adanya relokasi tidak sepenuhnya benar. Sebagian pedagang ternyata pindah ke jalur car free day (CFD). Jalan Hazet, sampai tugu Asmaul Husna, dipenuhi pedagang yang biasa berjualan di pasar kojengkang. Kanan-kiri jalan penuh.

Bahkan, lapak dagangannya mengular sampai pintu gerbang Dadaha. Praktis, arus lalu-lintas dari arah Hazet atau Tentapel sering tersendat. Kendati jatah waktu CFD sudah habis, banyak pedagang yang masih bertahan jualan. Jalanan macet. initasik.com|shan

Komentari

komentar