Komunitas

Komunitas Primitif; Rangkul Kawula Muda untuk Peduli Lingkungan

initasik.com, komunitas | Usia remaja selalu identik dengan hal-hal negatif. Mereka disebut-sebut tengah mencari jati diri, sehingga segala hal dicoba, mulai merokok sampai mabuk-mabukkan. Jelas, itu keliru.

Maka, Deni Setiawan (37), warga Kampung Mekarsari, Dusun Mekarsari, Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, bergerak untuk mengubah stigma tersebut.

Sejak empat tahun lalu, ayah dua anak itu mengabdikan dirinya bagi masyarakat. Ia berusaha membangun semangat anak muda dan warga lainnya agar peduli lingkungan sekitar, terutama yang berkaitan dengan masalah sampah.

Bentuk kepedulian Deni ia wujudkan melalui sebuah komunitas peduli lingkungan yang didirikan di daerahnya. “Sudah seharusnya generasi muda peduli lingkungan dan membuat hal-hal positif,” katanya.

Ia mengatakan, awalnya komunitas itu dibentuk untuk gerakan antinarkoba. Kemudian Deni bersama teman-teman yang lainnya mengajak para pemuda untuk bergabung dalam komunitas peduli lingkungan.

Namanya Komunitas Primitif, akronim dari Perkumpulan Remaja Mekarsari Kreatif. Setiap satu bulan sekali, Komunitas Primitif menunjukkan kepeduliannya. Mereka kerja bakti bersama membersihkan sampah yang menyangkut di sungai dan rawa-rawa.

Dengan membawa alat seadanya, mereka memunguti sampah-sampah. Selain peduli lingkungan, komunitas ini memberdayakan anggotanya. Ada pembuatan pot bunga dan lampu tidur dari daur ulang sampah. Sejak dibentuk komunitas ini sudah beranggotakan 50 orang. Mayoritas anggotanya remaja yang sebelumnya bergaul kebablasan, tapi kini sudah sadar. [Agus]

Komentari

komentar

Komentari

Komentari