Aries Nugroho | Jay/initasik.com
Informasi

Konsep Wisata Halal Tepat Diterapkan di Kabupaten Tasikmalaya

initasik.com, informasi | Pemkab Tasikmalaya serius bakal mengembangkan sektor pariwisata. Ada dua tempat yang akan dibidik untuk dikembangkan, yaitu Pantai Karangtawulan dan Gunung Galunggung.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengatakan, dalam revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkab Tasikmalaya akan fokus pada tiga hal, yaitu kemiskinan, pertanian, dan pariwisata.

Khusus pariwisata, Ade menginginkan pembangunannya lebih terfokus dan terencana dengan baik. Tidak membangun di banyak tempat, tapi hasilnya kurang bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, ia mengharapkan agar pengembangan objek wisata dilakukan maksimal di dua titik. Jika tidak bisa di dua tempat, karena anggarannya kurang mendukung, fokuskan di satu titik.

Namun, rencana pengembangan objek wisata itu dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif. Saat konsultasi publik rancangan RPJMD yang dikemas dalam halakah dengan para ulama, di Islamic Center Kabupaten Tasik, Senin, 9 April 2018, salah seorang ulama menyatakan kekhawatirannya terkait objek wisata kerap dijadikan tempat maksiat. Padahal, visi Kabupaten Tasikmalaya adalah menjadi daerah yang religius islami.

Aries Nugroho, GM Ogilvy Public Relations, menyarankan, pengembangan pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya menerapkan konsep wisata halal. Hal itu disampaikannya saat diwawancara usai mengisi materi dalam Bimbingan Teknis Penyusunan Strategi dan Komunikasi Pemasaran yang digelar Kementerian Pariwisata, di Hotel Harmoni, Kota Tasikmalaya, Rabu, 2 Mei 2018.

“Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata, sudah meluncurkan program wisata halal. Itu layak diterapkan di daerah yang kultur seperti Kabupaten Tasikmalaya. Dalam program wisata halal itu diatur bagaimana seharusnya objek wisata dikembangkan dan tidak berbenturan dengan nilai-nilai agama,” tuturnya.

Ia mencontohkan, jika ada hotel di objek wisata yang dikembangkan, hotel tersebut tidak diperbolehkan menyediakan minuman beralkohol atau tamu yang menginap harus pasangan yang sah, artinya suami istri. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?