Jay | initasik.com
Informasi

Konsumsi Nasi Warga Kota Tasik Sangat Tinggi

initasik.com, informasi | Tingkat konsumsi nasi warga Kota Tasikmalaya sangat tinggi. Angkanya 102 kilogram per kapita per tahun. Termasuk yang tertinggi di Jawa Barat. Untuk level provinsi saja 80. Sedangkan Jepang 50, Malaysia 70, Korea 40 per kapita per tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, mengatakan, angka 102 itu perlu ditekan agar lebih rendah. Salah satu caranya adalah mengonsumsi makanan selain nasi yang tetap mengandung karbohidrat.

“Kita bisa konsumsi ketela pohon, umbi-umbian. Sayangnya, kalau orang Sunda itu banyak yang berpikirkan belum disebut makan kalau belum ketemu nasi. Itu pola pikir yang salah. Padahal kebutuhan karbohidrat bisa dipenuhi dari makanan lain. Bukan hanya nasi,” tuturnya.

Ke depan, ia berencana mengampanyekan satu hari tanpa makan nasi atau one day no rice. Pihaknya masih menunggu peraturan wali kota sebagai payung hukumnnya. Menurutnya, kampanye itu perlu digalakan, mengingat jumlah penduduk terus bertambah, lahan pertanian semakin berkurang, dan produksi padi masih minus.

“Selama ini kita minus produksi padi sebanyak 21 ribu ton per tahun, dari kebutuhan 72 ribu ton per tahun. Kekurangannya dipasok daerah lain, seperti Banjar, Ciamis, dan Kabupaten Tasikmalaya,” sebutnya.

Terkait musim kemarau, Rahmat mengaku belum menerima laporan adanya gagal panen. Sejauh ini masih aman. Diharapkan, kemaraunya tidak lama. “Tapi, untuk persediaan beras, menurut keterangan Bulog, kita aman untuk enam bulan ke depan,” imbuhnya. [Jay]

Komentari

komentar