Edukasi

Koperasi Sekolah; Mendidik Mental Wirausaha dan Jiwa Kerja Sama

Kota Tasik | Belum semua sekolah memiliki koperasi siswa. Kalaupun ada, pengelolaannya kurang maksimal. Alakadarnya. Namanya saja koperasi, tapi dalam operasionalnya tidak berpegang pada prinsip-prinsip koperasi.

“AD/ART-nya harus ada, SOP-nya pengurus jelas, RAT dijalankan, ada simpanan pokok dan wajib, terus pengurus, pembina, dan anggotanya harus terdata,” ujar Deden Permana, Ketua Umum Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Siliwangi.

Menurutnya, untuk membangun koperasi di sekolah, hal pertama yang harus dilakukan adalah restrukturisasi. Pisahkan antara pengurus dan pembina koperasi. Selama ini, kepengurusan koperasi siswa banyak yang tumpang tindih.

“Kadang pembinanya ikut mengurus koperasi juga. Itu tidak boleh. Kapan siswa belajarnya? Pembina ya membina, pengurus tugasnya mengurus koperasi. Pengurus koperasi sekolah harus siswa semua. Guru hanya membina. Jadi, strukturnya harus jelas. Dasar-dasar koperasi harus dijalankan,” tuturnya.

Selama ini, katanya, Kopma Unsil sering melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk berbicara soal koperasi siswa. Itu bagian dari program kerja Kopma. Ternyata banyak  koperasi siswa yang struktur organisasinya tumpang tindih. Dijalakannya pun terkesan asal ada.

Padahal, koperasi siswa sangat penting keberadaannya untuk mendidik mental wirausaha dan membentuk jiwa kerja sama pada diri siswa. “Meskipun setiap tahun ada pembagian sisa hasil usaha, itu bukan tujuan utama. Yang penting bagi kita adalah belajar wirausaha dan jiwa kooperatif,” tandasnya.

Begitupun yang dilakukan di Kopma  Unsil. Sejak berdiri pada 1983, sampai sekarang Kopma Unsil konsisten menjalankan prinsip-prinsip dasar koperasi. Tak sedikit alumnus Kopma yang menjadi pengusaha.

“Tahun kemarin ada mahasiswa Unsil yang aktif di Kopma dan sudah lulus langsung membuka minimarket. Kami juga memberikan modal kepada mahasiswa yang mau wirausaha. Semua modal, mulai roda sampai untuk bahan dari kami. Dia bermodal keahlian dan tenaga. Sistemnya bagi hasil 60:40. 60 persen untuk mahasiswa, 40 persen bagi kopma,” sebutnya.

Saat ini, sambung Deden, Kopma Unsil memiliki anggota 812 orang dengan jumlah aset Rp 500 juta. initasik.com|shan

Komentari

komentar