Ilustrasi | Dok. initasik.com
Edukasi

Kota Tasik Paceklik Pendidik Pelajaran Agama


initasik.com, edukasi | Digadang-gadang sebagai kota santri, Kota Tasikmalaya paceklik guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk SMP dan SMA. Begitu juga di SD. Banyak yang kekurangan guru kelas.

Ketua PGRI Kota Tasikmalaya, Bangbang Hermana, menyebutkan, untuk guru kelas di SD kurangnya lebih dari 300 orang. Sedangkan guru Pendidikan Agama Islam jumlahnya di bawah itu. Untuk SMA, misalnya, kekurangannya mencapai 90 orang.

“Inilah kota santri. Ironis. Karena tidak ada guru agama, mereka yang sudah pensiun akhirnya tetap mengajar, mungkin sebagai bentuk tanggung jawab moral. Apalagi sekarang sedang dikampanyekan Penguatan Pendidikan Karakter, sementara guru agama tidak ada. Padahal itu sangat penting,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Achdiat Siswandi, membenarkan hal itu. Malah ia mengaku khawatir bakal terjadi puncak kekosongan guru pada 2025 nanti, karena banyak yang memasuki masa pensiun.

“Mereka yang diangkat pada 1985 akan pensiun dalam waktu yang sama. Prediksi saya, pada 2025 hanya tersisa 500 guru. Di satu sekolah dasar hanya ada satu guru. Mudah-mudahan pemerintah pusat segera mengangkat guru-guru baru,” harapnya.

Menurutnya, saat ini memang terjadi kekurangan guru PNS, sehingga sekolah-sekolah merekrut guru sukwan yang dibayar seadanya dari dana BOS. “Kita tidak bisa berbuat banyak, karena dilarang mengangkat tenaga guru baru. Aturan membelunggu kita,” tandasnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?