Olahraga

Kota Tasikmalaya Minim Prestasi Olahraga

Kota Tasik | Kota Tasikmalaya boleh saja bangga punya banyak pusat perbelanjaan megah. Kota santri ini pun boleh puas dengan deretan resto siap saji produk impor. Dalam hal itu, dibanding daerah lain di Priangan timur, Kota Tasikmalya mungkin bisa bertepuk dada.
Tapi, dalam soal prestasi olahraga, Kota Tasikmalaya punya apa? Dalam ajang pekan olahraga daerah (Porda) Jabar, misalnya, kota ini tak mampu banyak bicara. Di Porda Jabar yang dihelat di Karawang, 2006 silam, dari 26 perwakilan kota dan kabupaten, urutan Kota Tasikmalaya paling buncit. Sementara di Porda Jabar 2010, di Bandung, Kota Tasikmalaya hanya berhasil merangsek ke urutan 15.

Dalam Porda tahun depan pun, kemungkinan nama Kota Tasikmalaya masih akan tenggelam dalam soal prestasi. Soalnya, untuk pembinaan para atlet di 34 pengurus cabang (Pengcab) olahraga, tahun ini, pemerintah Kota Tasikmalaya hanya menganggarkan dana Rp 2,36 miliar.

Alokasi itu masih sangat kecil jika dihitung dengan kebutuhan ideal, yakni Rp 7 miliar. Prestasi atlet Kota Tasikmalaya, pun terancam jeblok pada gelaran Porda yang rencananya dilangsungkan di Bekasi itu.

Dengan anggaran Rp 2,36 miliar, praktis tiap pengcab hanya kebagian Rp 20 juta untuk pembinaan para atlet selama setahun ini. Angka tersebut jauh dari kata cukup, apalagi saat ini masing-masing pengcab tengah menggodok para atlet guna menghadapi babak kualifikasi Porda.

Ketua Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya, H. Iis Marwan, menuturkan, menghindari jebloknya prestasi Kota Tasikmalaya di Porda Jabar nanti, pihaknya tengah mengupayakan kucuran anggaran tambahan melalui APBD perubahan. “Kami sudah mengajukan ke pemkot Tasikmalaya. Besarannya Rp 2,26 miliar. Itu khusus untuk Binpres (bina prestasi),” ujarnya.

Iis menegaskan, soal anggaran tersebut sangat berdampak positif pada perkembangan para atlet saat tampil di ajang babak kualifikasi nanti. “Nah, ketika kebutuhan atlet terpenuhi, secara otomatis prestasinya pun akan terdongkrak. Jika terdongkrak, Kota Tasikmalaya juga lah yang akan harum,” yakin lelaki yang menjabat Ketua KONI sejak 2008 itu.

Namun, sambungnya, jika pengajuan tersebut tak direalisasi, pihaknya sudah mempersiapkan langkah lain. “Kami akan melakukan komunikasi dengan ketua dewan penyantun yang dalam hal ini diketuai wakil wali kota untuk mencari solusinya. Apabila hal itu mentok juga, ya jangan harap mencapai sepuluh besar dalam Porda nanti,” tandas Iis.

Terpisah, Kabag Kesra Setda Kota Tasikmalaya, Drs. H. Soni W, mengiyakan besar anggaran APBD 2013 kepada KONI Kota Tasikmalaya. “Pemerintah hanya mengurusi induk organisasi. Untuk masalah penyaluran dana kepada masing-masing cabor dan yang lainnya mereka (KONI-red) sendiri yang menangani,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Olahraga Dinas Periwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Tasikmalaya, Apipudin, mengaku, pihaknya tak banyak terlibat dalam urusan pembinaan para atlet cabor, melainkan hanya sebagai fasilitator olahraga nonprestasi dan pelajar.

Menurutnya, urusan pembinaan, reward, dsb, merupakan ranah KONI Cab. Kota Tasikmalaya. Ia menjelaskan, selama ini ada dana untuk pembinaan para atlet namun jumlah nominal dan poin-poin peruntukannya tak banyak ia ketahui.

“Dari tahun-tahun sebelumnya juga ada dana itu. Namun kami tak banyak mengetahuinya karena itu ada di KONI cabang melalui proses pengajuan ke Bagian Kesra. Yang jelas, selama ini dari segi prestasi olahraga Kota Tasik menunjukkan peningkatan, meskipun tak signifikan,” paparnya.

Ia mengakui, tak banyak cabor yang mampu meraih prestasi dalam setiap even. Dari sekitar 32 cabor yang ada, lanjutnya, ada beberapa cabang yang diperhitungkan dan mampu menduduki peringkat atas di tingkat provinsi, seperti tenis, aeromodeling, dan motor cross. initasik|piet|in

Komentari

komentar