Peristiwa

Kota Termiskin Doyan Nyicil Motor

Kota Tasik | Kendati masih bertengger di posisi teratas untuk kategori daerah termiskin di Jawa Barat, ternyata masyarakat Kota Tasikmalaya terbilang konsumtif. Tengok saja. Dalam sebulan ada sekitar 2.200 unit motor yang keluar dealer untuk dikredit. “Itu baru motor. Belum mobilnya,” ujar Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, dalam peresmian salah satu kantor leasing, Rabu (2/10).

Bukan hanya itu, Budi pun menyebutkan, lebih dari setengah penduduk kota ini punya hutang ke leasing. Mereka menjadi debitor. Di satu leasing, tercatat ada 300 ribu nasabah. Belum di leasing lain.  “Tidak ada apa-apa kredit juga. Berarti masyarakat Kota Tasikmalaya dipercaya leasing. Kalau punya hutang, kan bekerja juga jadi semangat. Tidak diam di rumah terus,” tuturnya.

Menurutnya, jumlah leasing di kota ini ada 37, baik yang konvensional maupun yang syariah. Dalam satu bulan, katanya, satu perusahaan leasing bisa mengeluarkan uang Rp 15 miliar untuk para pencicil kendaraan.

Lantas, adakah kontribusi untuk PAD dari 37 leasing dengan perputaran uang sampai puluhan miliar per bulan itu? Ternyata tidak ada. Budi menjelaskan, kontribusi leasing untuk pendapatan Pemkot Tasikmalaya sifatnya tidak langsung. “Yang namanya kendaraan baru pajaknya menjadi kewenangan provinsi. Kami (daerah) dapat bagi hasilnya,” jawab Budi.

Menurutnya, untuk kendaraan bermotor pajaknya masuk dulu ke kas  negara. “Nanti, itu dihitung untuk dibagi, sehingga jadilah dana alokasi khusus atau dana alokasi umum. Besarannya mereka yang menghitung, bukan kewenangan kita. Pemkot sendiri tidak tahu berapa pasti angka bagi hasilnya,” ujarnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar