Peristiwa

KPAI Dampingi Siswa di Mapolres Tasikmalaya

Kabupaten Tasik | Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Tasikmalaya mendampingi siswa-siswi SMK Pertanian yang dimintai keterangan oleh Polres Tasikmalaya, Rabu, 23 September 2015.

Para siswa yang berjumlah 18 orang itu diselamatkan polisi, karena berada dalam barisan unjuk rasa peringatan Hari Tani Nasional di lingkungan Setda Kabupaten Tasikmalaya. “Kami menyelamatkan anak-anak di bawah umur yang dimanfaatkan salah satu LSM dalam unjuk rasa peringatan Hari Tani,” ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Susnadi di Mapolres.

Bila terjadi pelanggaran, sambung Susnadi, pihaknya akan menjerat pelaku eksploitasi dengan UU Perlindungan Anak. “Anak-anak sebagai korban. (Materi unjuk rasa) Itu di luar kepentingan anak, seperti hak mendapatkan pendidikan atau kasih sayang orang tua,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya Abdul Manap mengatakan, pihaknya memberikan pendampingan bila dalam proses hukum terjadi hal-hal di luar koridor semestinya. “Anak-anak yang menjadi korban harus diselamatkan. Psikologis anak harus diselamatkan,” tandasnya.

Ia berharap, ke depan tidak terjadi lagi pelibatan anak-anak dalam unjuk rasa di luar kepentingannya, seperti hak mendapatkan pendidikan atau kasih sayang dari orangtua. “Pak kapolres langsung menghubungi kami untuk melakukan pendampingan terhadap anak apabila nantinya dalam proses hukum ada beberapa tindakan, baik dari pihak kepolisian atau pihak lain yang merugikan anak. Saya sepakat dengan Pak kapolres bahwa anak-anak harus diselamatkan,” tuturnya.

Suniawati, perwakilan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tasikmalaya, menyesalkan pelibatan anak-anak dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Mereka berangkat hanya melaksanakan sebuah perintah dari seseorang. Pada dasarnya mereka tidak tahu. Mereka disuruh kumpul di Alun-alun dengan pakai seragam pramuka. Tidak tahu akan ada demo,” ujarnya tanpa menyebutkan siapa seseorang itu. initasik.com|dzm

Komentari

komentar