Informasi

KPAID Kabupaten Tasik Berharap Perda Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dipisahkan

initasik.com, informasi | Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, berharap agar peraturan daerah tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak dipisahkan.

Dalam rancangan perda yang ia terima, kedua hal tersebut akan disatuperdakan. Padahal, hal itu akan bertabrakan saat proses penanganan di masing-masing kasus. Menurutnya, penanganan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak jelas berbeda.

Jangan sampai, setelah disahkan, di kemudian hari perda tersebut dirombak. “Perda itu harus bisa mengatur hari ini dan di masa yang akan datang. Harus melalui perancangan yang optimal, jangan sampai nanti dirombak lagi,” tutur Ato saat ditemui di kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Cisayong, Rabu, 11 Juli 2018.

Menurutnya, perda tersebut harus dipisahkan agar masing-masing subpermasalahan yang ditangani bisa lebih dioptimalkan. Rencananya, ia akan mengajukan surat tertulis kepada pihak-pihak terkait agar perda tersebut dipisahkan.

“Nanti kami akan ajukan ke pemerintah dan Komisi 4 (DPRD Kabupaten Tasikmalaya). Keterbatasan anggaran jangan menjadi alasan kedua hal itu disatukan dalam perda yang sama. Kita bisa melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait penyusunan anggaran perda itu. Jangan hanya bertumpu pada satu dinas saja,” bebernya. [Eri]