Sentra Industri

Krispi Kulit Pisang, Olahan Limbah yang Jadi Rupiah

 

initasik.com, sentra industri | Bagi banyak orang, kulit pisang dikategorikan sampah. Setelah dimakan isinya, kulitnya langsung dibuang. Kalau jumlah kulitnya itu hanya satu dua, biasa saja. Tapi bagaimana kalau dalam jumlah yang sangat banyak?

Sayang bila dibuang begitu saja, seperti yang terjadi di sentra sale di Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Melihat hal itu, Yuli Sri Yuliantini mencari solusi bagaimana agar limbah tersebut bermanfaat. Ketua Harian Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia Kabupaten Tasikmalaya, yang juga ketua Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Yuzina, Salawu, itu mulai eksperimen. Singkat cerita, akhirnya ia mendapat resep mengolah kulit pisang.

“Di kami ada kube atau kelompok usaha bersama. Namanya Kube Yuniza juga. Selain membuat sale basah dan kering, dodol, kulit pisangnya juga dibuat krispi, kerupuk, dan steak dendeng. Alhamdulillah kami bisa menghilangkan rasa pahit dari kulit pisang itu, sehingga bisa dibuat makanan,” tutur Yuli, dalam satu kesempatan.

Kendati baru berjalan sekitar enam bulan, olahan kulit pisang tersebut sudah direspons pasar. Yuli menyebutkan, dari Jakarta sudah ada yang pesan 500 bungkus. “Kami juga memanfaatkan pelepah pohon pisang dengan dibuat lukisan,” imbuhnya.

Selain pisang, Kube Yuniza juga mengolah hasil pertanian lainnya, seperti singkong. Ada kerupuk daun singkong, kerupuk kulit singkong, kue kering, dan lainnya. “Sekarang ini saya salah satu instruktur tata boga kreatif yang ditunjuk Diskoperindag Kabupaten Tasikmalaya. Tugasnya memberikan pelatihan, mulai pembuatan sampai pemasaran,” papar Yuli.

Ditanya apa peran Ipemi dalam membantu pelaku UMKM, Yuli mengatakan, visinya adalah mengangkat pengusaha muslimah, baik yang baru mau usaha atau yang sudah berjalan, supaya bisa lebih meningkat. jay

 

Komentari

komentar