Peristiwa

Kritisi Warga yang Suka Kritik Pemerintah, Budi Budiman: “Lain Umat Nabi nu Kitu Mah”

initasik.com, peristiwa | Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengkritisi warga yang suka mengkritik pemerintahannya. Setiap pembangunan yang dilakukannya tidak bebas dari kritikan masyarakat.

“Sekarang masyarakat sudah berubah. Jalan sudah dihotmix, terus difoto, karena katanya jalannya tipis. Dilaporkeun oge. Butut pagawean teh cenah. Lain umat Nabi nu kitu mah,” tutur Budi saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, di Masjid Al-Mukaromah, Cicantel, Kecamatan Tamansari, Kamis, 14 Desember 2017, malam.

Menurutnya, masyarakat saat ini sudah berubah. Dulu, saat ada pengaspalan jalan, masyarakat turut serta dalam pembangunan dengan memberi makanan kepada para pekerja. Sekarang tidak lagi. Alih-alih mendukung, malah mencibir di media sosial.

“Sekarang sedang ada pembuatan gorong-gorong di mana-mana. Aya nu amuk-amukan. Padahal mah sing sabar. Kan keur diomean. Kaganggu saeutik mah bae atuh, kan keur dibangun,” ujarnya.

Budi mengaku, dalam setiap pembangunan pasti akan selalu ada kekurangan. Namun, ia meminta masyarakat arif menyikapinya. “Silakan tanya ke ajengan, Nabi itu tidak pernah mengkritik. Nabi itu pemberi solusi. Kalaupun mau memberikan kritikan, sampaikan dengan cara yang santun,” tandasnya.

Di era kebebasan berbicara yang ditunjang dengan kecanggihan teknologi komunikasi, Budi meminta masyarakat untuk tidak asal dalam mengeluarkan pendapat. Apalagi itu dilakukan di media sosial.

Ayeuna mah katingalina teh bebas pisan. Wali kota ulah hees wae, cenah. Aduh, gusti. Tong kitu. Harus objektif menilai. Abdi pasti loba kakurangan. Lamun aya masalah, sampaikan dengan cara santun,” bebernya. [Milah]