Birokrasi

KTP Elektronik Berlaku Seumur Hidup

initasik.com, birokrasi | Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik berlaku seumur hidup. Jika dalam KTP tertulis masa berlaku sampai 1 Januari 2017, misalnya, abaikan. Itu masih bisa digunakan.

“KTP elektronik yang mencantumkan masa berlaku 2017 atau 2018, itu otomatis berlaku seumur hidup. Tidak perlu diperpanjang atau diganti dengan yang baru,” ujar Sekretaris Disdukcapil Kota Tasikmalaya, Mujadi.

Sepanjang tidak ada perubahan data elementer, seperti perubahan status perkawinan atau pindah alamat, KTP elektronik yang kedaluwarsa masih berguna. Begitupun kalau bentuk fisiknya rusak. “Kecuali kalau memang rusak parah. Kita bisa beri surat keterangan yang sama berlakunya dengan KTP asli,” tandasnya.

Menurutnya, saat ini, Disdukcapil masih kekurangan blangko KTP. Yang ada baru sepuluh ribu blangko. Sementara yang sudah melakukan perekaman dan siap cetak sebanyak 14.368. Itu perekaman 2015 dan 2016. “Idealnya perlu 50 ribu sampai 100 ribu blangko,” sebut Mujadi.

Selain kekurangan blangko, kekurangan personel masih menjadi masalah klasik di Disdukcapil Kota Tasikmalaya. Butuh sekitar 90 pegawai. Sedangkan yang ada sekarang hanya 35 orang. Mujadi membandingkan dengan Disdukcapil Kota Bandung yang ditunjang 120 pegawai.

“Kemampuan mencetak kita dalam satu hari kisaran 200 keping. Kalau personel dan alatnya menunjang, bisa lebih banyak dari itu. Kita sudah usulkan agar pencetakan KTP elektronik bisa dilakukan di tiap kecamatan. Tapi memang butuh anggaran yang besar. Untuk sepuluh kecamatan, perlu sekitar Rp 1 miliar,” tuturnya. [Jay]

Komentari

komentar