Keluarga

Kunci Kebahagiaan

 

Kota Tasik | Syekh Imam Mawardi menyebutkan, ada tiga kunci kebahagiaan di dunia, yaitu pandai mengendalikan hawa nafsu, menolong sesama serta makhluk lainnya, dan memiliki cukup materi.

Demikian dikutip Cecep Nurholis, pengurus Pondok Pesantren Al-Khoeriyah, Bantarsari, Kota Tasikmalaya. Ia menjelaskan, maraknya korupsi dan degradasi moral di republik ini karena tidak bisa mengendalikan hawa nafsu.

“Hawa nafsu itu merupakan ujian bagi kita. Ujian keimanan. Mampukah kita mengendalikan hawa nafsu yang bersarang dalam diri? Jika tidak, kita kalah. Hidup pasti menderita. Korupsi bagiannya penjara. Siksanya kontan di dunia,” tuturnya.

Untuk bisa mengendalikan hawa nafsu salah satu syaratnya adalah ilmu. Sering-sering mencari ilmu. Datangi majelis-majelis taklim. Dapat ilmu lalu amalkan. Semakin banyak ilmu, keimanan akan terpupuk. “Iman itu berfungsi untuk mengerem hawa nafsu,” tandasnya.

Kunci kebahagiaan kedua adalah menolong sesama. Hati harus dipenuhi kasih sayang agar bisa membantu orang lain, termasuk makhluk Allah AWT lainnya, seperti binatang dan tumbuhan. Ada banyak orang yang mudah tergerak hatinya untuk menolong orang yang memerlukan bantuan, tapi tak sedikit juga yang acuh.

“Dalam hadis dijelaskan, sejauhmana Allah SWT menolong seorang hamba, tergantung pada sejauhmana hamba itu menolong orang lain.  Mereka yang kita bantu pasti mendoakan kita tanpa sepengetahuan kita. Pada dasarnya, ketika kita menolong orang lain, sebenarnya kita sedang menolong diri sendiri,” paparnya.

Adapun kunci kebahagiaan yang ketiga adalah cukup materi. Hidup di dunia memerlukan hal-hal yang bersifat duniawi. Perlu sandang, papan, dan pakaian. Allah SWT mewajibkan hambanya untuk selalu berusaha. Ikhtiar dan doa. Tidak bisa hanya salah satunya.

“Kita berdoa semoga Allah SWT selalu memberikan kecukupan kepada kita. Banyak orang yang kaya raya tapi selalu merasa tidak cukup. Jadinya serakah. Berdoalah agar kita selalu diberi kecukupan harta,” sarannya. initasik.com|shan

 

Komentari

komentar