Aay Z Dahlan (tengah) | Dan/initasik.com
Informasi

Kuota Angkutan Daring di Kota Tasik Dibatasi 122 Mobil

initasik.com, informasi | Dominasi Go-Car dan Grab di Kota Tasikmalaya di ujung tanduk. Dua perusaahaan aplikasi penyedia transportasi itu harus tunduk pada aturan main yang berlaku. Mereka tidak bisa beroperasi jika tidak memiliki izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Aay Z Dahlan, menjelaskan, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor: 550/Kep 1064-Dishub/2017, disebutkan, untuk wilayah operasi Priangan Timur kuotanya sebanyak 576 unit. Sedangkan untuk Kota Tasikmalaya, kuotanya 122 mobil.

“Yang diatur baru perusahaan angkutannya, bukan perusahaan aplikasi. Kalau Go-Car atau Grab mau beroperasi di Kota Tasikmalaya, domisili perusahaannya harus di sini. Tidak bisa domisili Jakarta. Harus buat semacam anak perusahaan angkutan,” tutur Aay kepada awak media, Rabu, 17 Januari 2018.

Menurutnya, perusahaan angkutan berbasis dalam jaringan (daring) alias online itu harus berbadan hukum berupa PT atau koperasi. Jika sudah memiliki SIUP TDP yang dikeluarkan Pemkot Tasikmalaya, perusahaan kemudian mengajukan izin prinsip ke instansi perizinan Provinsi Jawa Barat.

“Kalau sudah ada izin prinsip, proses lagi ke Dishub Kota Tasik, nanti kita berikan rekomendasi untuk KIR dan pendaftaran STNK. Nanti ke provinsi lagi untuk mendapatkan izin operasi,” imbuhnya.

Aay menyebutkan, sampai sekarang sudah ada tiga badan hukum yang mengajukan izin usaha di ranah tersebut. Selama kuota masih ada, tidak ada pembatasan jumlah perusahaan. “Bisa jadi tahun depan kuotanya bertambah. Sekarang baru 122 unit,” ujarnya. [Jay]