Edukasi

Kuota Mahasiswa Baru Unsil Dikurangi 600 Orang

Kota Tasik | Kuota mahasiswa baru di Universitas Siliwangi tahun ini dikurangi 600 orang. Di 2015 kemarin jumlahnya mencapai 3.000 mahasiswa baru, tapi tahun sekarang dijatah 2.400 orang. Itu, kata Rektor Unsil Prof. Rudi Priyadi, merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas.

Ia mencontohkan, rasio dosen dan mahasiswa eksakta idealnya 1:20, tapi faktanya belum seperti itu. “Kita mengutamakan kualitas, bukan kuantitas,” ujarnya seusai menghadiri pembukaan  Edu Fair di Graha Bakti Alumni SMAN 2 Tasikmalaya, Rabu, 20 Januari 2016.

Terlebih, sambung Rudi, untuk kali pertama sejak jadi perguruan tinggi negeri, tahun ini Unsil ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bersama 19 PTN baru lainnya.

Menurutnya, secara umum tak ada yang beda dengan SNMPTN tahun kemarin. Cuma, kuota penerimaan mahasiswa baru lewat SNMPTN itu sekarang dikurangi sepuluh persen, sehingga persaingan akan semakin ketat. “Tahun 2016 ini daya tamping Unsil sekitar 2.400, nah SNMPTN kita 40 persen dari 2.400 itu,” jelas Rudi seraya menambahkan, selain SNMPTN, juga ada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang kuotanya tetap 30 persen dan jalur mandiri yang kuotanya ditambah jadi 30 persen, dari semula 20 persen.

Disinggung soal biaya masuk Unsil, Rudi meyakinkan biayanya jauh lebih murah ketimbang saat berstatus swasta. “Dulu, rata-rata per semester sampai Rp 5 juta, tapi sekarang ada yang gratis, ada yang Rp 1 juta, Rp 2 juta sampai Rp 5 juta,” sebutnya.

Ia mencontohkan, jika seorang mahasiswa baru membutuhkan biaya kuliah Rp 18 juta per tahun, lantas orangtuanya tergolong kurang mampu, maka angka itu akan disesuaikan dengan penghasilan orangtua. “Kekurangannya disuplai oleh pemerintah melalui biaya operasional perguruan tinggi negeri,” imbuh Rudi. initasik.com|shan

Komentari

komentar