Peristiwa

Kurangnya Blangko e-KTP, Jaringan Lelet, dan Lagak Oknum Wartawan

initasik.com, peristiwa | Pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dihadapkan pada banyak kendala. Bukan saja tentang kurangnya blangko, tapi juga soal leletnya jaringan, terbatasnya operator, dan adanya oknum-oknum wartawan yang lagaknya mentang-mentang.

Kabid Kependudukan Disdukcapil Kota Tasikmalaya, E Sutisna, menyebutkan, pihaknya sering dibuat pusing oleh orang-orang yang mengaku wartawan atau anggota LSM tertentu. Saat membuat e-KTP, misalnya, mereka suka mengambil jalan pintas. Meski persyaratannya tidak lengkap, tetap saja minta dilayani.

Menurutnya, kalau jaringan internet mati atau lelet, sehingga E-Ktp tidak bisa dicetak, ia dan rekan-rekannya selalu dimarahi pemohon. “Bahkan tidak jarang ada yang mengaku tokoh, wartawan, LSM, atau dari organisasi apalah saya juga kurang paham, datang mengambil jalan pintas, meski syarat tidak lengkap sekalipun. Jika tidak dikerjakan mengamuk, sedangkan operator juga ada kerjaan lain, ditambah jaringan yang lelet. Pusing. Benar-benar harus ekstra sabar bekerja di tempat ini,” tutur Sutisna.

Baca: Warga Kota Tasikmalaya yang Memiliki Akta Kelahiran Baru 60 Persen

Persoalan lain yang tak kalah peliknya adalah terbatasnya tenaga operator yang mencetak e-KTP. Hanya ada satu orang. Makanya, rata-rata kemampuan mencetak paling 250 keping. Permintaan tambahan pegawai belum juga dikabulkan wali Kota Tasikmalaya.

Padahal, menjelang pemilihan calon gubernur Jawa Barat, 2018, itu sangat diperlukan. Apalagi saat pilkada nanti ditargetkan semua warga punya e-KTP. Sutisna mengaku pesimistis target itu bakal tercapai.

Baca: Ujung Jalan Staf Kelurahan Pembuat Akta Kelahiran Palsu

Berdasarkan data di Disdukcapil, dari total 690.495 jumlah penduduk, yang wajib e-Ktp mencapai 493.699 jiwa. Agar bisa lancar memenuhi pencetakan, setidaknya diperlukan 40 ribu keping blanko. Sedangkan yang datang saat ini hanya 16.000 blangko.

“Saya pesimistis jika target seluruh warga memiliki e-Ktp pada Pilgub Jabar 2018 nanti bisa tercapai jika kondisinya seperti ini,” tandas Sutisna. [Kus]