Ekbis

Laku, dari Kelapa Muda Endang Beralih Jualan Lumpia Basah


initasik.com, ekbis | Semula, Endang Rahmat, jualan es kelapa muda. Kini beralih ke lumpia basah. Itu sudah dilakoninya 1,5 tahun. Bukan tanpa alasan. Warga Panjalu, Ciamis, itu sengaja banting setir, lantaran lumpia basah banyak peminatnya dan sedikit saingan.

Sehari-hari, ia biasa mangkal di sekitaran Taman Kota, Kota Tasikmalaya. Dalam sehari, penghasilan kotornya rata-rata Rp 500 ribu. Beda saat jualan es kelapa muda yang hanya Rp 120 ribu. Di akhir pekan, dagangannya lebih laku. “Paling mentok dapat Rp 250 ribu. Itu saat sepi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, membuat lumpiah basah sedikit lebih ribet ketimbang es kelapa muda. Bahan-bahan yang digunakan pun cukup banyak. Mulai dari taoge, kulit lumpia, sampai membuat bumbu khas lumpia basah yang rasanya manis dan kental.

Menurutnya, adonan kental manis yang biasa digunakan dalam membuat lumpia basah adalah tepung aci yang dipanaskan dan ditambahkan gula aren. Sedangkan butiran kecil yang teksturnya legit adalah potongan iwung, bisa juga digantikan dengan buah bengkuang. Potongan iwung atau bengkuang itu dibaluri lagi dengan gula aren yang telah larut.

“Kalau iwung kadang suka sulit didapat, alternatifnya pakai bahan bengkuang. Selain mudah didapat, rasanya juga lebih manis. Cuman gampang hancur,” jelasnya.

Salah satu kendala dalam usaha itu adalah ketahanan bahan baku. Menurut pria yang lapaknya buka setiap hari dari pukul 11 siang sampai 9 malam ini adalah mudah basinya adonan bengkuang, tahu, dan taoge. Soal harga, ia menyebutkan, itu mulai dari Rp 8 ribu sampai Rp 15 ribu untuk paket komplet. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?