Andi Ibnu Hadi | Eri/initasik.com
Peristiwa

Lakukan Rotasi Mutasi di Akhir Jabatan, Bupati Tasik Bakal Digugat

initasik.com, peristiwa | Uu Ruzhanul Ulum, bupati Tasikmalaya, resmi dilantik sebagai wakil gubernur Jawa Barat, mendampingi Ridwan Kamil, oleh Presiden Joko Widodo, Rabu, 5 September 2018, di Jakarta.

Ia akan meninggalkan Kabupaten Tasikmalaya dan menanggalkan jabatannya sebagai bupati. Namun, kepergian Uu itu menyisakan banyak masalah di daerah. Salah satunya rotasi mutasi yang dilakukannya di akhir masa jabatan.

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) DPC Tasikmalaya, Andi Ibnu Hadi, menjelaskan, Uu melabrak UU 10/2016 Pasal 71 ayat (2). Dalam UU tersebut dijelaskan, gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil Bupati, dan wali kota atau wakil wali kota dilarang melakukan penggantian pejabat 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan, kecuali mendapat persetujuan tertulis dari menteri.

“Kalau soal pencalonan, dia sudah clear bukan lagi calon. Tapi kalau berbicara akhir masa jabatan, pada saat melakukan pelantikan pelantikan itu, kan, dia masih menjabat sebagai bupati dalam akhir masa jabatanya. Dalam UU itu minimal 6 bulan sebelum akhir masa jabatan,” tutur Andi saat ditemui di kantornya, Rabu, 5 September 2018.

Ternyata, sambung Andi, Uu meminta rekomendasi kepada KPU Provinsi, dan KPU membolehkan, karena Uu menjadi bupati sebelum adanya UU 10/2016. “Ada dua peristiwa hukum, antara Pak Uu jadi bupati dan calon wakil gubernur. Kalau jadi bupati, memang benar belum diatur dengan Undang-Undang itu. Tapi kalau jadi calon, otomatis dia mengunakan Undang-Undang itu dong? Tindakan dia sekarang ini kaitanya bukan dengan calon bupati, tapi calon wakil gubernur. Saya pikir kesimpulan KPU Provinsi itu ngacaprak,” bebernya.

Untuk itu, minggu depan pihaknya akan melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tasikmalaya. Gugatan citizen law suit atau gugatan warga negara terhadap penyelenggara negara.

“Saat ini kita masih konsultasi kepada YLBHI, karena bentuk gugatan ini terbilang baru di Indonesia. Untuk kronologis dan bukti-bukti sudah kita kantongi. Targetnya minggu depan sudah kita daftarkan,” tandas Andi. [Eri]