Peristiwa

Lampu Stopan Miliaran Rupiah Hanya Menyala Kuning

Kota Tasik | Belum lama dipasang, lampu stopan di Jl. Letjen Ibrahim Adjie – pertigaan Rarangjami (Leuwidahu), Kota Tasikmalaya, langsung menuai protes. Sebagian masyarakat mengeluhkan dipasangnya lampu pengatur lalu lintas itu, karena malah membuat arus kendaraan tersendat.

Merespons keluhan itu, Dishubkominfo kini hanya menyalakan lampu kuning. Praktis, traffic light dengan enam tiang plus papan pemberitahuan elektronik seharga miliaran rupiah itu terkesan mubadzir.

“Pada saat kita coba sudah terlalu riuh, padahal data belum lengkap. Suatu saat kita harus uji coba lagi,” kata Kepala Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, Aay Z Dahlan, kepada initasik.com, Rabu, 30 Desember 2015.

Aay mengaku tidak tahu berapa anggaran yang dikeluarkan untuk membuat lampu stopan yang dipasangi kamera tersebut. Namun, saat pengajuan ke pemerintah pusat angkanya mencapai Rp 5,5 miliar. “Sebenarnya saya juga kalau secara kasarna mah mengusulkan ka pusat teh rada ngagedebul, karena kita lihat kebutuhan ke depan,” sebutnya.

Menurutnya, saat mengajukan bantuan ke pusat, angkanya dalam hitungan maksimal untuk membuat traffic light yang lengkap, bukan hanya lampu peringatan yang warna kuning saja. “Itu merupakan jalan nasional. Saya mencoba mencari peluang dengan mengajukan anggaran ke pusat. Alhamdulillah turun,” ujar Aay. initasik.com|shan

Komentari

komentar