Informasi

Lapas Tasik Kelebihan Penghuni, Pembinaan tak Maksimal

initasik.com, informasi | Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas 2B Kota Tasikmalaya mendesak direlokasi. Pasalnya, lapas yang berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 2.630 m2 itu kini dihuni 394 narapidana dari berbagai kasus, sementara ideal tampungnya 88 orang.

Kepala Lapas Kelas 2B Kota Tasikmalaya, Tunggul Buwono, menyebutkan, angka sebanyak itu menyebabkan kelebihan penghuni. “Di sini kamar nomor 17 ini kapasitas huninya untuk 11 orang, tapi diisi sebanyak 33 orang,” sebutnya, Kamis, 22 Februari 2017.

Menurutnya, hal itu sangat memprihatinkan. Pembinaan yang dilakukan kepada para narapidana pun semakin terbatas. Alih-alih bisa beraktivitas secara luas, para narapidana terpaksa harus terbatas ruang geraknya lantaran keterbatasan lahan.

“Seharusnya pembinaan itu bukan cuma kerajinan, tapi juga pertanian, perikanan dan lainnya. Di sini untuk pembinaan kerajinan saja harus menggunakan ruang rapat dinas, karena tidak adanya ruangan khusus,” terangnya.

Saat ditanya soal bantuan dari Pemerintah setempat, Tunggul menyebutkan, beberapa waktu lalu ia dan wali Kota Tasikmalaya sudah bertatap muka untuk membahas nasib lapas yang kian usang.

“Katanya wali kota akan mengusahakan untuk membantu memberikan lahan relokasi, karena di sini sudah tidak ideal. Sudah tua dan tidak memenuhi standar nasional. Bocorannya di Mangin atau Manonjaya (Kabupaten Tasikmalaya),” tandasnya. [Eri]