Nanang Nurjamil (kiri) dan Mega Fitria
Informasi

Larang Karyawati Berhijab Melanggar Hukum

initasik.com, informasi | Perusahaan yang melarang karyawatinya memakai hijab melanggar hukum. Ada banyak aturan yang dilabrak, seperti UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, UU/ 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Perda 7/2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius di Kota Tasikmalaya.

Dalam UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 80, misalnya, dijelaskan, pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya.

Sementara dalam Perda 7/2014 pasal 8 ditegaskan, setiap orang wajib memberikan kesempatan kepada karyawan/pegawai untuk menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama berdasarkan keyakinannya masing-masing.

Menanggapi adanya kabar soal masih adanya perusahaan yang melarang karyawatinya mengenakan hijab, Ketua Mujahid Tasikmalaya Menggugat, Nanang Nurjamil, banyak peraturan yang dilanggar jika hal itu terjadi.

“Saya tidak memaksa karyawati yang belum berhijab untuk berhijab, tetapi jangan melarang karyawati yang mau pakai hijab dan tidak usah menunggu standar perusahaan,” ujarnya usai meminta klarifikasi kepada Eiger Plaza Asia, Kamis, 30 November 2017.

Menurutnya, untuk menggunakan hijab, karyawati tidak harus menunggu adanya standar dari perusahaan, karena itu sudah merupakan kewajiban seorang muslimah. “Masa orang mau ibadah harus menunggu standar? Tidak boleh begitu,” tandasnya.

baca juga: Eiger Larang Karyawati Pakai Jilbab?

Di tempat yang sama, Store Supervisor Eiger Tasikmalaya, Mega Fitria, mengatakan, dulu pernah ada karyawati yang menyarankan pakai kerudung, tapi perusahaan belum ada standarnya seperti apa. “Kita belum ada seragam buat kerudung juga,” ujarnya.

Ia menegaskan, Eiger tidak pernah mengeluarkan larangan memakai hijab kepada pegawainya. [Milah]