Edukasi

Latihan Single Rope Technique Cara Mahasiswa STHG Tasikmalaya Kuatkan Mental

initasik.com, edukasi | Memiliki mental yang matang, punya rasa percaya diri, dan tidak mudah putus asa adalah modal utama bagi mahasiswa hukum. Terlebih ketika memiliki keinginan untuk menjadi advokat.

Banyak cara untuk melatih itu semua. Misalnya seperti yang dilakukan Galunggung Tasikmalaya Pecinta Alam (Guntapala) Sekolah Tinggi Hukum Galunggung Tasikmalaya (STHG). Mereka menggelar latihan rutin Single Rope Technique (SRT), setiap satu minggu sekali, tepatnya setiap Kamis.

“Ini menjadi salah satu cara buat kami untuk melatih mental. Melatih otak dan otot. Melatih untuk tidak mudah putus asa,” kata Asep Aziz Durrohman, Ketua Guntapala.

SRT adalah tehnik untuk menelusuri goa yang lintasannya vertikal. Jelas tidak mungkin kita langsung terjun ke dalamnya. Untuk itu diperlukan suatu teknik khusus untuk masuk maupun keluar dari dalam goa vertikal. Bagi para caver teknik itu dikenal dengan nama Single Rope Technique (SRT).

“Bukan hanya belajar tehnik untuk menelusuri goa saja. Tapi bisa melatih kepribadian juga. Dalam penggunaan alat itu harus memiliki keterampilan. Teknik-teknik membuat simpul itu pun melatih kerja otak kita. Harus ada keterampilan,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa hukum yang aktif di pecinta alam, memiliki nilai lebih, misalnya bisa mengimplementasikan ilmunya dengan mengadvokasi lingkungan. “Seperti kemarin kami melakukan penolakan kereta gantung Rinjani. Ketika ada hal seperti itu kami suka melakukan advokasi,” ungkapnya.

Rizal Ginanjar Sudaryo, anggota lainnnya mengatakan, mental terlatih karena kegiatan ini berhubungan dengan ketinggian. Selain itu, berkaitan dengan kekuatan tangan dan kaki. Melatih daya ingat dalam keadaan yang membahayakan.

“Menguji mental. Tidak berani naik ke hal-hal yang tinggi sekarang berani. Yang awalnya hanya berani naik di ketinggian 10 meter, kedua kalinya naik lagi menjadi 20 meter. Terus sampai ketinggian yang 100 Meteran,” pungkasnya. [Syaepul]

Komentari

komentar