Peristiwa

Lebaran Kurban, Sapi Pemakan Sampah Laku

Kota Tasik | Ratusan sapi yang biasa mencari makan di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Ciangir, Tamansari, Kota Tasikmalaya, jumlahnya berkurang. Jelang lebaran kurban, sapi-sapi itu banyak diburu bandar.

Sapi-sapi pemakan sampah itu ternyata laku di pasaran. Para bandar membelinya untuk dijual lagi. Beberapa pekan sebelum hari-H Idul Adha, mereka sudah memborongnya. Kini yang tersisa tinggal induk dan anaknya saja. “Kamari-kamari mah muhun aya dua ratusan, ayeuna mah saalit deui,” ujar Ahyidin, 52 tahun, salah seorang pemilik sapi di TPA Ciangir, Selasa, 22 September 2015.

Menurutnya, pemborong sapinya adalah orang Tasik, dan dipasarkan lagi di Tasik. Harga jualnya antara Rp 10 juta hingga Rp 16 juta. Sapi-sapi itu, kata Ahyidin, asalnya milik para pejabat di Kota Tasikmalaya. Namun, setelah ramai diberitakan soal bahayanya mengonsumsi sapi pemakan sampah, banyak yang dijual atau diambil lagi. Semula, Ahyidin hanya memeliharanya. Nengah. Bagi dua. Kini, ia jadi pemilik utuh.

Pernyataan senada dilontarkan Samsudin, 53 tahun. Dari bulan kemarin sapinya sudah habis terjual. Sekarang tinggal sapi kecil. “Anu batur oge sami sareep diarical, da bade kurban,” ungkapnya seraya menyebutkan, sapi yang digembala di TPA cepat besar dan tidak kekurangan pakan. Malah, sapi-sapi itu kini tidak suka makan rumput seperti biasanya. initasik.com|asm

Komentari

komentar