Pendukung Persikotas dan Persigar nyaris bentrok fisik | Jay/initasik.com
Peristiwa

Lemparan Bekas Botol Minuman Picu Kericuhan Persikotas Lawan Persigar


initasik.com, peristiwa | Laga penentuan Liga 3 Zona Jawa Barat Grup B antara Persikotas Kota Tasikmalaya lawan Persigar Garut di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, diwarnai kericuhan antarpenonton, Ahad, 3 September 2017.

Di babak pertama, pertandingan berjalan lancar. Memasuki babak kedua, tepatnya di menit ke-64, pemain Persigar, Jamaludin, diganjar kartu merah setelah menyikut pemain Persikotas. Saat akan keluar lapangan, ia dilempari bekas botol minuman mineral dari tribun utama.

Salah satu ofisial Persigar tak terima. Aksi protesnya itu memicu pendukung Persigar beranjak dari tribunnya dan merangsek ke pinggir lapangan. Para supoter Persikotas terpancing. Mereka yang jumlahnya lebih banyak turun ke lapang juga. Teriakan kasar terlontar dari kedua pendukung.

Panitia dan aparat keamanan sigap melerai kericuhan tersebut. Setelah terhenti beberapa menit, pertandingan dilanjutkan. Tensi permainan memanas. Terlebih setelah Andi Usman, pemain Persigar, diganjar kartu kuning yang berujung dengan kartu merah. Ia dinilai melawan keputusan wasit.

Kendati bermain dengan sembilan pemain, Persigar mampu menahan serangan-serangan Persikotas. Hingga menit akhir, pertandingan yang dipimpin Andi Sumpena, wasit asal Subang, itu berakhir seri tanpa gol.

Persigar dinyatakan lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan Persikotas harus angkat kaki dari liga. Tim kebanggaan warga Kota Tasikmalaya itu tidak bisa melanjutkan pertandingan di Liga 3 Zona Jawa Barat.

Usai peluit panjang tanda pertandingan berakhir ditiup wasit, pendukung Persikotas sontak turun lagi ke lapangan. Mereka menantang suporter Persigar dan melempari para pemain Persigar dengan bom asap. Meski tak sampai terjadi aksi baku hantam, panitia dan aparat keamanan dibuat kewalahan dengan insiden tersebut. Mereka akhirnya berdamai di luar lapangan.

“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Jangan sampai terulang lagi. Dalam pertandingan, kalah menang adalah biasa. Dukungan supoter sangat luar biasa. Tapi insiden tadi ke depannya jangan sampai terulang lagi,” ujar Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, usai menonton pertandingan. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?