Dok. Pribadi
Etalase

Lensbong Buatan Warga Kota Tasik Dikirim Sampai Qatar

initasik.com, etalase | Di kalangan pecinta fotografi, istilah lensbong pasti sudah tidak asing lagi. Namun, pasti banyak di antara pembaca yang baru mengetahui dan bertanya-tanya “makhluk” apakah itu?

Itu merupakan akronim dari lensa bongkaran. Di tangan orang kreatif, lensa kamera DSLR yang sudah tidak terpakai diracik kembali, sehingga menjadi barang yang bermanfaat dan mendatangkan rupiah.

Adalah Muhamad Danil, warga Cilingga, Kelurahan Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, orang kreatif yang berada di balik pembuatan lensbong. Ia merintis usahanya sejak 2016. Sudah ribuan lensbong yang berhasil dibuatnya, dan dikirim ke daerah-daerah di Indonesia, mulai Sabang sampai Merauke.

Bukan hanya di Indonesia, barang-barang buatannya sudah dikirim ke luar negeri, seperti Malaysia dan Qatar. “Sampai sekarang, yang terjual sudah sekitar 8.000 lensbong. Harga jualnya mulai Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu,” sebut pria yang punya akun Facebook Daniel John (Ophelia) itu.

Ia mencerikan, awal dirinya terjun pada usaha pembuatan lensbong itu bermula dari kumpul-kumpul di komunitas fotografi makro. Melihat ada peluang usaha, ia berinisiatif membuat lensbong.

Berbekal keyakinan dan usaha tanpa menyerah, meski tidak punya latar belakang mekanik foto, Danil mulai bergerilya. Mencari lensa bekas di tempat servis kamera. Setelah dapat, lalu dibongkar untuk disesuaikan dengan kebutuhan telepon seluler (ponsel). Otodidak.

Lensbong buatannya memang khusus untuk digunakan di ponsel sebagai lensa tambahan. Fungsinya untuk menangkap objek-objek kecil, seperti serangga, yang tidak mungkin difoto ponsel biasa. Kalaupun dapat diabadikan, hasilnya tidak maksimal. Beda jika menggunakan tambahan lensbong.

Kini, selain tetap aktif di komunitas makro fotografi, ia terus berkarya membuat lensbong untuk memenuhi pesanan dari berbagai daerah, mulai Tasik, Bandung, Kalimantan, sampai Papua. “Peminatnya sangat bagus,” ujarnya. [Mon]