Jay | initasik.com
Birokrasi

Lewat 60 Hari, Membuat Akta Kelahiran Bayar Rp 40 Ribu

initasik.com, birokrasi | Hampir separuh warga Kabupaten Tasikmalaya belum punya akta kelahiran. Masyarakat yang sudah punya baru 52 persen. Sedangkan daerah lain di Jawa Barat ada yang mencapai 90 persen lebih.

Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, meminta para pihak terkait melakukan percepatan dalam kepemilikan akta kelahiran. “Itu penting, sebagai bukti bahwa kita adalah warga negara Indonesia. Membuat KTP kalau tanpa itu tidak bisa,” tandasnya dalam sosialisasi kebijakan kependudukan, di City Hotel, Rabu, 5 April 2017.

Menurutnya, masih banyaknya warga yang belum memiliki akta kelahiran, salah satunya karena pemahamannya kurang. Mereka belum paham betapa pentingnya akta itu. “Mungkin juga banyak yang menikah siri, sehingga tidak mempunyai legalitas formal dari negara. Untuk membuat akta kelahiran kan harus ada surat nikah,” terangnya.

Ia berharap, masyarakat yang belum memiliki itu untuk segera mengurusnya. “Saya minta kepada Disdukcapil untuk lebih agresif. Kenapa tidak kerja sama dengan dinas pendidikan? Mereka yang mau masuk sekolah harus melampirkan akta kelahiran. Intinya, harus ada gerakan dari pemerintah supaya masyarakat tersadarkan,” papar Uu.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya, Najimudin Azis, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para kepala desa dan KUA untuk bersama-sama menyosialisasikan pentingnya akta kelahiran. “Perlu ada kebersamaan dengan berbagai pihak,” tandasnya.

Terkait biaya pembuatan akta, sambung Azis, pada dasarnya itu gratis. Namun, bila sudah lewat 60 hari dari kelahiran, ada biaya yang harus dikeluarkan. Nominalnya Rp 40 ribu. Itu diatur dalam perda.

“Tapi, biayanya bisa lebih dari Rp 40 ribu, karena masyarakat menggunakan pihak ketiga, seperti pegawai desa. Mereka malas mengurus sendiri, sehingga menyuruh orang lain. Tentu itu akan ada biaya jalan,” tuturnya. [Jay/adv]

Komentari

komentar