Jay | initasik.com
Informasi

Lima Syarat Membangun Masyarakat Madani


initasik.com, informasi | Disebut-sebut sebagai kota santri, Kota Tasikmalaya tidak serta merta bisa dengan mudah membentuk masyarakat madani. Perlu upaya serius dalam mewujudkannya. Tidak cukup menuliskannya dalam visi misi, apalagi hanya dijadikan jargon.

Ketua DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, KH M. Aminudin Bustomi, M.Ag, menjelaskan, ada lima syarat dalam membangun masyarakat madani yang semuanya bermuara pada iman dan takwa.

Kelima syarat itu adalah kejujuran, kecerdasan (intelektual, spiritual, emosional, dan sosial), etos kerja yang tinggi, etika berusaha dan bekerja yang berdasarkan pada nilai-nilai tauhid, serta kepekaan sosial yang tinggi.

Ia menjelaskan, banyak digambarkan betapa kejujuran akan meraih kebaikan bagi diri dan lingkungan. “Sebaliknya, dusta, korup, zalim, kesewenang-wenangan, kejahatan, dekadensi moral, dan mengambil hak orang lain akan menghasilkan berbagai macam keburukan,” tuturnya dalam khutbah Idul Fitri 1438 H, di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad, 25 Juni 2017.

Menurutnya, Islam mengajarkan etos kerja yang tinggi dengan mengerahkan segala kemampuan diri untuk mempersembahkan yang terbaik. Dalam hadis yang diriwayatkan Ad-Dailamiy, Rasulullah Shallalahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai suatu perbuatan yang dikerjakan secara itqan (profesional).”

Selain etos kerya yang tinggi, Islam juga menegaskan soal etika bekerja. Seorang muslim yang baik selalu menomorsatukan kehalalan rezeki yang didapatnya, lantaran mengerti apa yang mesti dimakannya.

“Di samping kejujuran, etos kerja, dan etika kerja, kepekaan sosial pun harus senantiasa kita tumbuhkan. Artinya, rezeki yang kita dapatkan bukan untuk diri sendiri, tetapi ada hak orang lain, terutama hak fakir miskin,” tandasnya.

Kepekaan sosial, sambungnya, bisa ditumbuhkan dengan cara memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan, baik melalui zakat, infak atau sedekah. “Dengan berzakat atau berinfak, itu akan menimbulkan ketenangan batin, kejernihan pikiran, dan bahkan harta kita yang diinfakkan akan semakin bertambah keberkahannya,” papar Kiai Amin. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?