Peristiwa

Longsor di Singaparna Seret Delapan Domba Milik Jua

initasik.com, peristiwa | Bencana longsor terjadi di Kampung Kebon Salak, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 18 April 2018, malam. Tepatnya di bekas area penyembelihan hewan alias pajagalan yang kini menjadi kontrakan.

Diduga, musibah itu diakibatkan oleh irigasi air di atas sungai Cikupang yang bocor. Air irigasi itu merembes ke tanah pinggiran sungai yang konstruksinya labil, sehingga tanah mengalami pergeseran dan menyebabkan longsor.

Menurut salah seorang warga, Eruh, sebelum bencana terjadi, ia mendengar suara seperti benda yang patah. Tak lama kemudian, keadaan sekitar menjadi bergetar seperti goncangan gempa bumi.

“Sora ngabeletak teh sora tembok nu kacandak longsor panginten. Da meni eunder. Pas ditingali kaluar, eta pakarangan tos kacandak cai dihandap,” tutur Eruh saat ditemui di tempat kejadian, Kamis, 19 April 2018.

Tak ada korban jiwa dari peristiwa ini. Namun, kandang yang berisi domba sejumlah delapan ekor milik Jua Juariyah terbawa longsoran tanah. Bersyukur, saat ditemukan semua domba itu kondisinya masih dalam keadaan hidup.

Jua yang juga penghuni kontrakan di Pajagalan mengaku syok berat dan merasa takut apabila kejadian tersebut terulang kembali. Untuk itu, ia memutuskan akan pindah kontrakan.

Dihubungi via telepon, Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, E. Z. Alfian, mengatakan, bahwa sejak semalam pihaknya telah mengerahkan relawan untuk bergotong royong membereskan sisa longsoran.

“Untuk bagian tanah yang tidak terbawa longsor, kami menyangganya dengan karung yang diisi tanah padat supaya tertahan,” ujarnya. [Eri]