Lukisan karya Afrudin Achmad yang terjual di Jerman
Seni Budaya

Lukisan Karya Seniman Tasik Diapresiasi Warga Jerman


initasik.com, seni budaya | Seniman asal Tasikmalaya, Afrudin Achmad, akan berangkat ke Jerman untuk menimba ilmu dan bertukar pengalaman pada awal September 2017 mendatang. Pria yang aktif di Komunitas Pinggiran itu akan mengikuti program yang diinisiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya bersama Senior Experten Service (SES), sebuah lembaga nonprofit dari Jerman untuk kerja sama internasional.

Kali ini, Kota Tasikmalaya menjalankan program sister city bersama Gera, sebuah kota di Thueringen, Jerman, di bidang seni budaya. Hans-Joerg Waskowski, seniman dari Kota Gera diutus ke Kota Tasikmalaya untuk melakukan beberapa program bersama Afrudin. Di antaranya adalah pembinaan guru seni budaya se-Tasikmalaya, workshop guru seni budaya dan seniman, serta pameran bersama di Gedung Kesenian.

“Untuk pameran bersama akan digelar hari Minggu, 27 Agustus 2017, sekitar pukul empat sore. Terbuka untuk warga Tasik dan sekitarnya,” kata Afrudin ketika ditemui di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bahagia.

Dijelaskan Afrudin, ia bersama Komunitas Pinggiran yang berdiri sejak 2010 telah mengikuti berbagai macam pameran. Sejak 2015 sampai 2017, 55 karya Afrudin dan anak-anak SLB dipamerkan secara roadshow oleh Mr. Waskowski di beberapa tempat. “Ketika pameran di klinik Dr. Lohse tahun 2016, karya saya terjual sebanyak 13 lukisan dan karya anak SLB 3 lukisan,” sebutnya.

Tahun kemarin, teman-teman dari Komunitas Pinggiran mendapat kesempatan ikut pameran di Kota Gera dengan mengirimkan 20 karya. “Pada pameran di Gera terjual 6 karya, 3 karya anak SLB yaitu karya Indra, Yuyu, dan Rahmat serta 1 karya saya dan 2 karya dari teman-teman komunitas Pinggiran yaitu karya dari Yusa Widiana dan Anang Rusmana,” jelas Afrudin.

Dia berharap, lewat program itu, citra seni menjadi lebih terangkat dan semakin diminati masyarakat luas. “Harapan saya, semoga di setiap kantor pemerintah daerah, minimal ada karya seniman lokal,” ungkapnya.

Santi Nining Susanti, wakil ketua bidang promosi, kerjasama, dan investasi Kadin Kota Tasikmalaya, menjelaskan, program yang kini sedang berjalan di bidang seni budaya merupakan tindak lanjut dari kunjungan pemerintah Kota Tasikmalaya ke Jerman dua minggu lalu.

“Inisiatif ini juga muncul ketika Pak Afrudin ke kantor Kadin. Kami semua melihat seni di Tasik perlu dibranding lagi. Seniman di Tasik sangat perlu dihargai, seperti halnya seniman di negara maju di Eropa,” kata Santi.

Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mendukung program tersebut. “Semoga setelah kembali ke Tanah Air, ilmu yang didapat Pak Afrudin bisa diamalkan kepada seniman Tasik lainnya, dan program ini bisa berkesinambungan,” harapnya. [KL]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?