Desa

Lumbung Tampung Ketahanan Pangan

Kabupaten | Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, meresmikan 65 lumbung pangan masyarakat (LPM) yang tersebar di 57 desa, di halaman kantor Kecamatan Salawu, Senin, 23 Februari 2015. Total, hingga kini sudah ada 170 lumbung di 159 desa.

Menurutnya, lumbung pangan merupakan kebiasaan para orangtua yang kini sudah ditinggalkan. Dulu, kata bupati, tiap rumah punya lumbung. Dalam bahasa Sunda namanya leuit. “Sekarang paragidma masyarakat berubah. Tidak mengapa tidak punya sawah atau padi, yang penting punya uang untuk membeli beras. Itu bahaya. Makanya saya sangat mendukung program LPM ini,” tuturnya.

Ia berharap, lumbung pangan tersebut dipelihara dan diberdayakan dengan baik. Apalagi, dari tahun ke tahun hasil produksi tani terus meningkat, sehingga perlu tempat penyimpanan pangan sebagai cadangan.

“Indonesia hari ini menjadi pengimpor pangan, padahal kita negara agraris. Faktanya beras kita dari luar negeri. Itu sangat menyakitkan. Dengan adannya program satu desa satu lumbung ini harus bisa memenuhi kebutuhan daerah sendiri paling tidak,” tandas Uu.

Kabag Ketahanan Pangan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Suherman Gaos, menambahkan, “Untuk mewujudkan ketahanan pangan, maka ketersediaan pangan menjadi sangat penting. Ada tiga cara pemenuhan kebutuhan pangan, yaitu produksi, pasokan pangan, dan cadangan pangan.”

Ia menegaskan, cadangan pangan menjadi komponen penting yang berfungsi menjaga kesenjangan antara produksi dan kebutuhan. Di samping itu, juga untuk mengantisipasi kerawanan pangan yang disebabkan bencana alam, misalnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar