Peristiwa

Mahasiswa Pecinta Alam STIA Tasik Bersihkan Tiang Jembatan Sisa Revolusi


initasik.com, peristiwa | Mahasiswa pecinta alam dari KAMAPALA STIA Tasikmalaya membersihkan tiang jembatan peninggalan perjuangan rakyat dan TNI di Karangresik, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Rabu, 12 Juli 2017.

Tiang jembatan yang masih berdiri kokoh hingga saat ini kondisinya telah banyak ditumbuhi rumput liar dan ilalang. Padahal, jembatan itu menyimpan sejarah keberanian rakyat Tasikmalaya dalam mempertahankan kemerdekaan.

Saat melintas di atas jembatan  Karang Resik yang menjadi penghubung Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis ada dua tiang jembatan di kanan dan kiri sungai. Namun tidak banyak yang tahu kalau tiang-tiang itu menjadi saksi bisu dari gagah beraninya para pejuang Tasikmalaya yang melakukan aksi penghadangan Agresi Militer Belanda I pada tanggal 7 Agustus 1947.

Kala itu, malam hari, para pejuang yang terdiri dari tentara dan rakyat turun ke sungai Citanduy dan memasang bom di atas jembatan untuk melakukan penghadangan terhadap Penjajah Belanda yang hendak masuk ke Tasikmalaya melalui Ciamis. Bukan hanya itu, di dalam sungai pun para pejuang menyelam dengan hanya dibantu pernapasan dari batang daun pepaya saja untuk melakukan penyergapan.

Saat Belanda datang, pecahlah pertempuran itu. Banyak sekali pasukan Belanda yang mati dan mayatnya dibiarkan hanyut. Mereka sangat berani dan tidak peduli meski harus berada pada pilihan hidup atau mati, karena tidak sudi lagi Belanda menginjakkan kakinya di tanah Sukapura.

Selain korban jiwa yang sangat banyak, Jembatan Karangresik pun rubuh termasuk Kendaraan Tempur Dingo yang berhasil direbut para pejuang. Pasukan Belanda pun dipukul mundur hingga ke kawasan Cihaurbeuti Ciamis dan kembali mendapat gempuran dari pasukan pejuang di sana hingga pagi hari.

“Kami membersihkannya selama tiga hari karena memang dengan ketinggian jembatan lebih dari 13 meter jelas harus melakukan aktivitas pembersihan dengan memanjat, secara vertikal dengan mencabuti rumputnya satu persatu hingga menggunakan peralatan yang mudah dibawa. Alhamdulillah kini tiang jembatan itu telah bersih serta ini sebagai bukti nyata kepedulian kami terhadap kondisi peninggalan sejarah yang terbengkalai,” tutur Ketua KAMAPALA STIA Tasikmalaya Muhamad “budah” Sidik. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?