Etalase

Mainan Edukatif Ini Produk Tasik

Kota Tasik | Siapa nyana, bermacam alat permainan edukatif (APE) yang terlihat menarik itu ternyata produk Tasik. Pembuatnya adalah Zafar Kustiwa Amir Hamzah, warga Depok Rancageneng, Sukajaya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Pria yang akrab disapa Kus Kus itu menceritakan, awal dirinya membuat APE ketika aktif di madrasah diniyah awwaliyah di Bandung, 1990. Saat itu ia prihatin dengan kebanyakan anak yang berbicara kasar. Bahasa kebun binatang. Ia lantas membuat simetris play. Semacam puzzle. Bedanya, dalam simetris play buatannya itu ditulisi kalimat-kalimat thoyyibah, seperti Allahuakbar, Subhanallah, Alhamdulillah dan lainnya.

Guru-guru PAUD respons dengan produk itu. Anak-anak pun antusias. Namun, ada beberapa orang menyarankan agar jangan menempelkan kalimat-kalimat uluhiyah itu dalam simetris play. Alasannya, itu sering terinjak-injak. Kus Kus mengikuti saran itu. Simetris play diubah. Kalimat-kalimat tersebut dihapus. Namun, bentuknya tetap dipertahankan sampai sekarang. Sejak 2003, ia pindah dan membuka workshop di Kota Tasikmalaya.

Ia menyebutkan, selain simetris play, ada APE lainnya, seperti tangram, puzzle angka, maze, mobil derek, kereta, pesawat, hingga wodden block. “Kalau yang lainnya lebih pada duplikasi yang diinovasi. Tapi kalau simetris play asli buatan saya. Ide saya sendiri. Penemuan pertama,” sebut Kus Kus.

Menurutnya, dengan bermain simetris play anak-anak dilatih berpikir runtut, belajar warna, dan menggerakkan motorik dalam otak. Kecerdasan mereka dilatih sejak dini. Perkembangan intelegensianya terus dirangsang. “Simetris play ini bisa dibuat menjadi 200 bentuk. Anak-anak bebas mengeksplorasi imajinasinya,” ujar Kuskus.

Ia menegaskan, APE buatannya aman untuk anak-anak, karena sudah memenuhi standar SNI. Bahan bakunya aman, dan pewarnanya pun memakai cat waterbase yang bebas merkuri dan bahan berbahaya lainnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar