Mak Eroh Diundang ke Istana Presiden, Pulangnya Disambut Bupati
Historia

Mak Eroh Diundang ke Istana Presiden, Pulangnya Disambut Bupati

Padahal, ia hanya orang kampung. Miskin pula. Rumahnya dikelilingi bilik dan beratap rumbia. Rumah panggung. Sepintas mirip saung. Tak ada perabotan kursi di rumah berukuran 3×4 meter itu. Namun, kemiskinan yang membelenggunya tidak membuat ia berpangku tangan. Menyerah pada keadaan bukan karakternya.

Lihat! Ia berhasil membuat saluran air sepanjang 4,5 kilometer dengan lebar 2 meter dan ketinggian 1 meter yang melalui delapan bukti. Perlu waktu dua tahun lebih untuk menuntaskannya. Karena keberhasilannya itu, Mak Eroh diundang ke Istana Presiden. Ia dianugerahi Kalpataru untuk kategori perintis lingkungan.

Dalam Pikiran Rakyat, Minggu, 12 Juni 1988, diceritakan, Mak Eroh mengaku bangga bisa bertemu langsung dengan Presiden Soeharto. Ia pun sangat senang karena diberi uang Rp 2 juta, serta dihadiahi jam tangan oleh wakil presiden dan beberapa buku kesehatan dari menteri kesehatan. Uang Rp 2 juta itu kelak digunakan Mak Eroh untuk membeli sawah dan membangun rumah.

Kepulangannya dari Jakarta disambut Bupati Tasikmalaya bersama Ny. Adang Roosman, Ketua DPRD Tasikmalaya Utuy Sobandi, dan unsur pimpinan daerah serta para karyawan Pemda di Pendopo.

Setelah itu, Mak Eroh diarak mengelilingi pusat Tasikmalaya. Ia berdiri di atas mobil hard top terbuka sambil sesekali melambaikan tangannya. Di belakang Mak Eroh ada hadiah Kalpataru yang disimpan di atas meja dan dijaga petugas. Sedangkan di depan mobil hard top, ada kawalan barisan motor polisi dan sebuah kendaraan yang dipenuhi petugas Satpol PP/Tibum. initasik.com|shan

Komentari

komentar