Etalase

Makaroni Mang Ade; Sehari Habis 1 Kuital, Enggan Buka Cabang Usaha

initasik.com, etalase | Beberapa kali mencoba peruntungan di dunia dagang, Dedi Sodikin (52) akhirnya berlabuh di makaroni. Sudah sepuluh tahun  lebih ia berjualan kudapan berbahan dasar makanan khas Italia tersebut. Kali ini berjodoh. Usahanya terbilang maju.

Namanya lebih dikenal dengan makaroni Mang Ade. Bagi para pecinta camilan pedas, nama Mang Ade pasti sudah tidak asing. Sejak awal, ia jualan di samping SDN Citapten, Kota Tasikmalaya. “Sebenarnya saya bukan yang pertama jualan makaroni. Saya ngikut teman. Alhamdulillah, sampai sekarang masih jualan. Yang teman saya itu malah sudah tidak dagang lagi,” tuturnya.

Saat merintis, per hari paling banyak habis dua kilogram makaroni, sekarang sudah sampai satu kuintal. Waktu itu, harga bahan baku hanya Rp 4.000 per kg, sekarang sudah Rp 15 ribu. Tentu, harga jualnya pun naik. Kendati begitu, jumlah pelanggannya terus bertambah. Malah ada yang dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Malang, hingga Kalimantan.

“Kalau yang dari luar kota itu kita kirim pakai jasa pengiriman atau dititipkan ke bis. Mereka kirim uang lebih dulu, lalu kita kirim pesanannya. Itu untuk dijual lagi. Dari sini kita kirim polos. Maksudnya hanya dikemas pakai plastik polos. Oleh mereka dipakai merek,” tuturnya.

Kendati sudah maju, ia mengaku tidak mau membuka cabang usaha. Dari dulu sampai sekarang, rodanya satu, yaitu di samping SDN Citapen. Suami Enung Nurhayati dan ayah tiga anak itu mengatakan, sedikitpun tak ada niat utuk buka cabang.

“Alhamdulillah. Sudah merasa cukup dengan keadaan sekarang. Yang penting, kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Kalau mengikuti nafsu, pasti akan selalu kurang. Dunia memang begitu. Selalu merasa kurang. Tapi itu tergantung kita. Cape tidaknya hidup ini tergantung kita. Dibuat cape, pasti cape. Dibuat santai, pasti santai,” tuturnya. [Jay]

Komentari

komentar

Komentari

Komentari