dok. Pribadi
Parlemen Sosok

Mamat Rahmat; Sosok Cerdas yang Dulunya Suka Ribut

initasik.com, informasi | Siapa sangka, ternyata sosok Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya yang satu ini suka ribut. Namanya, Mamat Rahmat. Saat ditemui di sela-sela aktivitasnya, Senin, 4 April 2022, ia mengaku dulu seringkali berkelahi acapkali ada orang yang cari-cari masalah dengannya.

“Dari mulai SD saya sering berantem, termasuk di SMP, SMA. Dulu pokoknya kalau ada main bola terus di sana ada saya pasti ribut. seneng aja, kalau udah ribut rasanya tenang. Saya kalau ada yang menyinggung perasaan suka langsung berontak,” kata Mamat.

Menurutnya, sewaktu duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), tak sedikit teman-temannya mengejek Mamat dengan sebutan si pendek. Itu lantaran postur tubuhnya yang cenderung kecil serta pendek. Dari sanalah perasaannya sering berontak hingga terjadi keributan.

Kebiasaan ribut, sambung Mamat, tak hanya terjadi saat duduk di bangku SD saja, melainkan juga saat menginjak bangku SMP, SMA, bahkan sampai saat ia keluar sekolah kebiasaan itu masih terus dilakukannya. Dari semua pengalamannya itu pula, ia kian dikenal oleh masyarakat.

“Kalau nggak percaya banyak tuh temen-temen dari jalur wetan sampai sini pasti kenal saya (Mamat Umis). Dari mulai ekspedisi kendaraan, pengusaha angkutan pasti tau saya. karena saya juga pernah jadi pengurus angkutan kota jalur 03. kalau ada masalah, saya selalu demo. kalau ada kebijakan pemerintah yang dinilai tidak jelas, saya selalu melawan. Dulu sempat ada kebijakan soal iuran dan pungutan tidak jelas terhadap para pengusaha angkutan. Saya tidak terima dan langsung menyatakan sikap,” bebernya.

Kendati seringkali ribut semasa sekolah, Mamat mengaku selalu menorehkan prestasi dalam bidang akademik. Buktinya, saat SD ia berhasil menyelesaikan Ujian Akhir Sekolahnya di bangku kelas 5. Padahal secara umum, ujian tersebut diselesaikan pada saat siswa duduk di bangku kelas 6 SD.

“Iya saya dulu mengkuti ujian itu dan lulus dengan nilai 7,7,8. Tapi ayah saya pada waktu itu tidak mengizinkan saya langsung ke SMP karena dinilai masih terlalu dini. Akhirnya saya melanjutkan bangku kelas 6 SD saya dan mengikuti UAS lagi dengan hasil yang jauh lebih memuaskan, yakni nilai akhirnya 10,10,9,” tandasnya. (wrd)

Komentari

Komentari