Peristiwa

Mampir ke Pos Jaga Palang Pintu Kereta Api

Kabupaten Tasik | Pernahkah terlintas tanya, apa saja yang dilakukan seorang penjaga pintu rel kereta api di saat tidak ada kereta yang lewat? Lalu bagaimana mereka berkomunikasi dengan stasiun atau antarpos jaga untuk memberitahukan adanya kereta?

Untuk mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, Selasa, 26 Januari 2016, initasik.com sengaja mampir ke dua pos jaga palang pintu kereta api. Komarudin, salah seorang penjaga palang pintu perlintasan kereta di Dawagung, Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, menceritakan pekerjaannya.  Sebagai manusia biasa ia mengaku kadang suntuk hanya menunggu kereta lewat. Delapan jam dalam sehari ia harus berada di pos jaga.

Selain menjaga pintu perlintasan, ia setiap hari diwajibkan untuk membabad rumput yang ada di pinggir rel perlintasan kereta api dekat posnya. Atau, untuk mengisi waktu luang sambil menunggu kereta datang, kadang ia duduk di depan pos sambil menyeduh kopi dan memantau kereta datang. Sudah dua tahun ini, alat yang biasa digunakan untuk berkomunikasi antarapos dan statsiun rusak.

Untuk berkomunikasi dengan penjaga pos lainnya ia hanya mengandalkan telepon seluler miliknya. “Alat komunikasi dengan pihak statsiun ngga ada. Dulu mah ada. Sekarang rusak. Ya siap-siap saja saya di luar menunggu kalau-kalau kereta datang,” tuturnya.

Menurutnya, bekerja di pos pintu kereta api kelihatannya santai, namun tanggung jawabnya besar. Keselamatan para pengedara ada di tangan mereka. Lalai dalam bertugas, nyawa bisa jadi taruhannya. Apalagi saat kebagian shift malam yang memerlukan kesiapsiagaan, karena kereta lebih sering lewat.

Dibanding siang, kereta lebih banyak lewat di malam hari. “Kalau pagi atau siang paling kurang lebih 6 sampai 7 kereta, tapi kalau malam bisa sampai sembilan kereta yang lewat,” sebut Komarudin.

Dian Rudianto, penjaga palang pintu rel di Kecamatan Cisayong, mengatakan, kalau kebagian shift malam, untuk mengisi waktu dan mengatasi rasa kantuknya, ia berjalan di sekitaran posnya sambil memantau kereta datang.

“Kalau jaga malam suka ngantuk, tapi kita ngga boleh ngantuk. Solusinya ya cari aktivitas untuk mengisi waktu. Kadang biar pun malam-malam saya suak membabad rumput. He..he..he,” ujarnya sambil melempar tawa. initasik.com|wrd

Komentari

komentar