Komunitas

Mapala PARAHITA Unper Bukan Sekadar Organisasi Tukang Naik Gunung

initasik.com, komunitas | Mapala PARAHITA, komunitas mahasiswa pecinta alam di Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, dibentuk bukan sekadar untuk menghimpun mereka yang suka naik gunung.

“Yang utama untuk membentuk kepribadian yang loyal dan cerdas,” ujar Rangga “Kaso” Koswara, ketua rumpun PARAHITA, saat ditemui di sekretariatnya di kompleks Universitas Perjuangan, Jl. Pembela Tanah Air (PETA) No.177, Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, setiap pecinta alam harus terus berlatih dan belajar sebagai upaya membangun kesadaran terhadap keterbatasan kemampuan dan pengetahuan. Untuk mewujudkan itu, di mahasiswa pecinta alam (Mapala) PARAHITA, mahasiswa yang ingin menjadi anggotanya harus melalui beberapa tahap, mulai dari tes kesehatan, fisik, dan pendidikan dasar alam bebas.

Saat ini, mahasiswa yang aktif ada sekitar 48 orang, termasuk 16 orang yang beberapa waktu lalu mengikuti pendidikan dasar di Gunung Syawal, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.

“Pendidikan ruangan satu hari, terus di lapangan selama enam hari. Di sana mereka digembleng, ditempa. Yang ikut sekitar 16 peserta, di antaranya tujuh perempuan,” ujar mahasiswa semester VII itu.

Dona Setia Umbara, pembina Mapala PARAHITA, menceritakan, sebelumnya mahasiswa yang akan mengikuti pendidikan dasar terlebih dahulu diberi materi terkait gerakan cinta alam dan sebagainya. Setelah itu, mereka dituntut untuk mengaplikasikannya di lapangan.

Pendidikan dasar itu diharapkan mampu membangun jiwa kebersamaan, karena berkegiatan di alam bebas itu harus menjadi satu kesatuan, saling bekerja sama, serta berpikir cepat jika dalam kondisi panik dan tertekan.

“Mereka diharapkan menjadi generasi yang menghargai alam dan mampu menjaga kelestariannya. Alam ini harus kita jaga untuk anak cucu kelak. Alam bukan untuk ditaklukan, tapi kita belajar pada ciptaan Tuhan,” tuturnya. [Syaepul]